BALIEXPRESS.ID – Upaya pencarian terhadap satu keluarga yang hilang akibat banjir bandang di Perumahan Permata Residence, Banjar Kelod Kauh, Desa Mengwitani, Mengwi, Badung, masih terus dilakukan hingga Minggu (14/9/2025).
Petugas SAR gabungan dari Basarnas Bali dan Polres Badung menyisir aliran Tukad Yeh Penet, sungai yang meluap hebat dan menyeret rumah korban.
Baca Juga: Ratusan Hektare Sawah di Jembrana Terendam Banjir, Petani Terancam Gagal Panen
Keluarga yang masih dalam pencarian adalah pasangan suami istri Rio Hatnar Boelan (56) dan Dewi Ratnawati Soenarjo (57), serta putra mereka, Riviere Timothy George Wicaksono Boelan (23).
Ketiganya hilang sejak Rabu (10/9/2025) ketika rumah mereka amblas dan hanyut terbawa arus banjir.
“Tim SAR melakukan penyisiran aliran sungai mulai dari Banjar Gamongan, Kecamatan Kediri, Tabanan. Fokus kami adalah di bawah jembatan dan tumpukan material yang mungkin menjebak korban,” jelas I Ketut Wirajaya, Koordinator Pencarian dan Pertolongan Kantor Basarnas Bali.
Dalam proses pencarian, petugas mencurigai adanya bau menyengat dari tumpukan sampah di bawah Jembatan Selingsing, perbatasan Desa Cepaka dan Kaba-Kaba, Kediri.
Baca Juga: Usai Banjir, Toko Karpet di Denpasar Diserbu Warga Gara-Gara Promo, Harga Terjun Bebas
Namun, setelah dibersihkan, sumber bau diketahui berasal dari bangkai hewan.
Setelah memastikan lokasi nihil korban, tim kembali melanjutkan pencarian ke arah selatan mengikuti aliran Tukad Yeh Penet.
Hingga Minggu sore, tim SAR telah menempuh penyisiran sekitar satu kilometer dari titik awal.
Sementara itu, tim lain fokus melakukan evakuasi di area rumah korban yang amblas, menggunakan alat berat untuk mengangkat puing-puing bangunan yang besar dan berat.
Tragedi ini terjadi ketika debit air di Tukad Yeh Penet melonjak drastis hingga mencapai 3,5 meter, menyapu kawasan permukiman yang berada di sisi sungai.
Rumah milik keluarga Rio Hatnar Boelan hancur total dan hanyut, sementara rumah di sebelahnya juga mengalami kerusakan parah di bagian belakang.
Baca Juga: UPDATE! Pemuda Hilang di Pantai Kelan Ditemukan Meninggal di Perairan Benoa
Sebagai informasi, Tukad Yeh Penet adalah sungai sepanjang 45 kilometer, berhulu di Danau Beratan dan bermuara di Pantai Nyanyi, Beraban, Kediri, Tabanan.
Banjir dan bencana alam lainnya yang melanda Bali sejak Rabu lalu telah menelan 17 korban jiwa hingga Minggu pagi, berdasarkan catatan Basarnas Bali.
Selain itu, masih terdapat lima orang yang belum ditemukan, termasuk satu keluarga di Mengwitani dan dua warga lainnya di Denpasar.
Pencarian dipastikan terus dilakukan oleh tim gabungan selama kondisi cuaca dan keamanan memungkinkan. Pihak keluarga pun masih terus menanti kabar haru-haru cemas di lokasi.
Editor : Wiwin Meliana