Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Hujan Deras, Kuta Utara Banjir Lagi: Kini Berawa Ikut Tergenang

Putu Resa Kertawedangga • Selasa, 16 September 2025 | 00:43 WIB

Kondisi banjir di Jalan Sri Kahyangan, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Senin (15/9).
Kondisi banjir di Jalan Sri Kahyangan, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Senin (15/9).

BALIEXPRESS.ID - Hujan deras yang terjadi Senin (15/9) kembali memicu banjir di sejumlah titik Kabupaten Badung.

Salah satunya pun terjadi di pusat pariwiasata, yakni Jalan Sri Kahyangan menuju Jalan Pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Kuta Utara.

Banjir setinggi 1 meter ini pun sempat menyebabkan lalu lintas terganggu.

Baca Juga: Hadapi Dinamika Penjaringan Ketua DPC, Gung Anom Tetap Tenang

Berdasarkan informasi di lapangan, banjir paling parah di depan KOA D’Surfer Hotel.

Bahkan ada kendaraan roda empat dan sejumlah kendaraan roda dua yang terjebak banjir.

Perbekel Tibubeneng, I Made Kamajaya saat dikonfirmasi mengakui jika banjir terjadi di dua titik di wilayah Desa Tibubeneng.

Baca Juga: Terdampak Banjir, Puluhan Siswa SDN 4 Dauh Puri, Denpasar Bersekolah Tanpa Seragam

Namun yang ramai di media sosial terjadi di Jalan Sri Kahyangan menuju Jalan Pantai Berawa.

Diduga kondisi ini terjadi akibat cueah hujan ysng tinggi.

“Jadi di wilayah kami ada dua titik banjir hari ini di Gang Puji dan Jalan Sri Kahyangan menuju Jalan pantai Berawa,” ungkap Kamajaya.

Baca Juga: Atlet Pickleball Klungkung Sumbang Dua Emas di Porprov Bali XVI

Pihaknya menyebutkan, banjir ini baru pertama kali terjadi.

Padahal sebelumnya telah dilakukan pembersihan gorong-gorong.

Meski tidak adankorban jiwa dalam kejadian ini, pihaknya menyatakan ada sejumlah kendaraan yang terendam banjir.

“Baru pertama kali banjir di wilayah ini, karena debit air terlalu banyak. Hujan tidak henti-hentinya dari pagi tadi,” ujarnya.

Kendati demikian, Kamajaya mengaku, setelah hujan reda pemerintah desa bersama Pemkab Badung melalui Dinas PUPR melakukan penanganan dengan pembersihan dan penyedotan air.

Bahkan setelah beberapa jam dilakukan penyedotan, air saat ini mulai surut.

“Sekarang sudah surut dan sudah selesai penanganan pasca banjir. Namun kami di pemerintah desa tetap akan melakukan normalisasi sungai-sungai agar jalan air lancar,” paparnya.

Sementara itu, Camat Kuta Utara, Putu Eka Permana juga membenarkan, hujan deras telah menimbulkan genangan air yang cukup tinggi di sejumlah titik di Kuta Utara.

Selain wilayah Tibubeneng ada juga luapan air di Kerobokan.

“Ya, disini hujan deras sehingga kembali ada beberapa wilayah tergenang banjir," ujar Eka Permana.

Ia menyebutkan, banjir cukup parah terjadi di aliran Tukad Yeh Poh.

Banyaknya sampah menuebabkan  air sungai di wilayah Muding, Kerobokan sempat meluap.

Meski demikian kondisi banjir diakui tidak separah sebelumnya.

“Aliran Tukad Yeh Poh di Kerobokan juga sempat meluap gegara sampah ada pohon bambu yang hanyut. Menurut rencana besok akan dibersihkan dibantu Dinas PUPR Badung,” paparnya.

Hanya saja Eka Permana menyatakan, banjir dan genangan air ini tidak berlangsung lama.

Sebeb air langsung surut setelah beberapa jam kemudian.

"Saat ini (sore kemarin) air sudah mulai surut. Sebagian besar kondisi sudah normal, cuma aliran Tukad Yeh Poh yang masih perlu penanganan serius karena perlu bantuan alat berat untuk penanganan sampah,” jelasnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#berawa #kuta utara #banjir