BALIEXPRESS.ID – Pesan berantai terkait kewajiban Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali untuk menyisihkan donasi bagi korban banjir beredar luas.
Salah satu instansi yang disebut dalam pesan tersebut adalah RSUD Bali Mandara.
Dalam pesan itu disebutkan, ajakan berdonasi mengacu pada arahan Gubernur Bali yang disampaikan pada Sabtu (13/9).
Baca Juga: Produksi Garam Amed Terhambat Cuaca, Petani Diprediksi Gagal Capai Target
Setiap ASN diajak bergotong royong membantu warga yang terdampak banjir pada 10 September 2025.
Rincian besaran sumbangan juga tertulis, mulai dari Rp2 juta untuk direktur, Rp1,25 juta untuk jabatan fungsional utama, hingga Rp150 ribu bagi PPPK.
Pengumpulan dana ditargetkan selesai pada Kamis (18/9), dengan laporan nama pegawai yang berpartisipasi maupun yang tidak ikut berdonasi.
Baca Juga: Badan Anggaran DPRD Tabanan Sepakati Pendapatan Daerah Tabanan Rp 2,281 Triliun
Menanggapi hal tersebut, Direktur RSUD Bali Mandara, dr. I Gusti Ngurah Putra Dharma Jaya, menegaskan dukungan penuh pihaknya terhadap arahan Gubernur Bali.
“Kami di RSBM sangat mendukung penuh gagasan Bapak Gubernur terkait kegiatan ini sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tertimpa musibah,” ujarnya, Kamis (18/9).
Ia menambahkan, ajakan berdonasi tersebut diterima positif oleh para pegawai di lingkungan RSUD Bali Mandara.
Baca Juga: Sekda Bali Buka Suara soal Donasi ASN untuk Korban Banjir: Sukarela dan Semangat Gotong Royong
“Tidak ada yang merasa terbebani malahan bahu-membahu ingin membantu,” terangnya.(***)
Editor : Rika Riyanti