BALIEXPRESS.ID – Anggota DPD RI, Niluh Djelantik, secara terbuka mendesak Youtuber asal Malaysia, Aisar Khaledd, untuk meminta maaf kepada Nyoman Gede Suwarna, Kepala Dusun (Kadus) Tegal Gede, Denpasar.
Desakan itu disampaikan Niluh melalui akun media sosial pribadinya usai insiden viral Aisar diusir saat membagikan bantuan kepada korban banjir di Bali.
Baca Juga: Pasangan Suami Istri Ditemukan Tewas di Rumahnya, Polisi Dalami Peran Anak
Dalam pernyataannya, Niluh menilai Aisar seharusnya berkoordinasi terlebih dahulu sebelum datang ke lokasi terdampak banjir. Kegiatan tanpa koordinasi tersebut dinilai mengganggu proses pembersihan yang dilakukan oleh warga secara gotong royong.
“Kepada @aisar_khaledd, seharusnya kamu meminta maaf kepada Bapak Kadus dan keluarganya. Terima kasih atas donasimu. Kedatanganmu tanpa izin mengganggu proses warga yang sedang dalam penderitaan dan tetap harus tegar membersihkan puing-puing rumah mereka,” tulis Niluh Djelantik.
Lebih lanjut, ia menyoroti bagaimana postingan viral Aisar justru berujung pada hujatan terhadap Kadus Nyoman dan keluarganya, termasuk warga Bali secara umum.
“Pantaskah menggunakan penderitaan mereka sebagai konten, lalu membuat postingan yang menjadikan si Bapak dan keluarganya, juga warga Bali, jadi sarang cacian fansmu?”
Baca Juga: Kadus Tegal Gede Menangis, Istri dan Anak Jadi Korban Hujatan Fans Aisar Khaledd
Niluh pun menegaskan, sebagai publik figur dan tokoh yang membawa misi kemanusiaan, Aisar harus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai adab dan etika sosial.
“Kami percaya bahwa adabmu berada di atas ilmumu. Lanjutkan kebaikanmu tanpa menyakiti sesamamu,” tulis Niluh.
Seperti diketahui, Kadus Tegal Gede, Nyoman Gede Suwarna, sebelumnya viral usai menegur dan mengusir Aisar Khaledd yang datang tanpa pemberitahuan ke wilayahnya saat proses pembersihan pascabanjir sedang berlangsung.
Aisar datang membagikan pakaian kepada warga dari atas mobil pikap, namun tindakannya dinilai menghambat jalannya truk pengangkut sampah karena jalan sempit dan padat.
Akibat viralnya video pengusiran tersebut, Nyoman Gede dan keluarganya menjadi sasaran hujatan dari fans-fans Aisar Khaledd, bahkan sampai membuat sang istri menangis karena ketakutan.
Baca Juga: Kadus Tegal Gede Ungkap Kronologi Aisar Khaledd Diusir Saat Salurkan Bantuan Banjir di Bali
“Ya kecewa sih, istri sampai nangis, takutnya ada orang yang nyari, fansnya,” ujar Kadus Nyoman dengan nada sedih dalam sebuah wawancara infotainment.
Meski begitu, Kadus Nyoman tetap mendapat dukungan luas dari masyarakat Bali yang memahami bahwa tindakannya bukan untuk menghalangi bantuan, melainkan murni demi kelancaran proses penanganan pascabanjir.
Editor : Wiwin Meliana