Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tuai Pro Kontra, Arya Wedakarna Beber Alasan Beri Aisar Khaledd Penghargaan Usai Beri Bantuan di Bali

Wiwin Meliana • Selasa, 23 September 2025 | 16:54 WIB

Aisar Khaledd Diberi Penghargaan oleh Arya Wedakarna
Aisar Khaledd Diberi Penghargaan oleh Arya Wedakarna

BALIEXPRESS.ID – Keputusan Anggota DPD RI asal Bali, Dr. Arya Wedakarna (AWK), memberikan penghargaan kepada Youtuber asal Malaysia, Aisar Khaledd, menuai pro dan kontra di kalangan publik, khususnya warganet Bali.

Banyak pihak mempertanyakan dasar pemberian penghargaan tersebut, apalagi insiden sebelumnya sempat membuat Aisar menuai kontroversi di tengah masyarakat lokal.

Baca Juga: Tiga Siswa Bangli Tampil di Olimpiade GASING Nasional, Ini Daftar Nama dan Sekolahnya

Namun, melalui unggahan di media sosial resminya, Arya Wedakarna menjelaskan alasan di balik langkah tersebut dan menyebutnya sebagai bagian dari pendekatan soft diplomasi.

Dalam pernyataannya, AWK mengungkapkan bahwa Aisar Khaledd datang secara pribadi untuk meminta maaf dan meminta bimbingan, sebagai bentuk itikad baik atas insiden yang terjadi sebelumnya.

“Sudah kita tegur dan bimbing, dan beliau berjanji akan memperbaiki serta tetap akan membantu orang Bali,” ujar AWK dikutip Selasa (23/09/2025).

Lebih jauh, AWK menyebut bahwa penghargaan ini bukan semata-mata untuk memuji Aisar, melainkan sebagai strategi diplomasi lunak (soft diplomacy) yang penting dalam menjaga hubungan bilateral dengan Malaysia.

Baca Juga: Usai Dipecat, Harta Kekayaan Wahyudin Moridu Dibidik KPK: Diduga Tak Lapor Aset

“Banyak orang Bali bekerja, belajar, dan berobat di Malaysia. Hubungan baik dengan negara tetangga harus tetap dijaga,” tambahnya.

AWK juga melontarkan kritik kepada sejumlah pejabat lokal yang menurutnya justru lebih layak mendapat sorotan negatif dibanding Aisar.

 Ia menyebut bahwa kesalahan Aisar tidak sebanding dengan para pejabat yang mendukung alih fungsi lahan, atau gagal mengelola persoalan sampah di Bali.

“Seharusnya yang dihujat itu pejabat lokal dan antek-anteknya, bukan orang yang bawa bantuan,” tegas AWK.

Pernyataan tersebut semakin memperkuat posisi AWK bahwa insiden pengusiran Aisar Khaledd seharusnya dilihat dalam konteks yang lebih luas, dan bukan semata-mata dari sisi konten atau ketidaktertiban di lapangan.

Baca Juga: Usai Dipecat, Wahyudin Moridu Pamer Pekerjaan Baru: Jual Es Batu hingga Angkut Semen

Sebelumnya, Aisar Khaledd menjadi perbincangan nasional setelah dirinya diusir oleh seorang warga saat membagikan bantuan untuk korban banjir di Denpasar, Bali. Insiden ini viral setelah video memperlihatkan Aisar ditegur dan diusir saat membagikan pakaian dari atas mobil pikap, dianggap mengganggu proses pembersihan pascabanjir oleh warga setempat.

 

Editor : Wiwin Meliana
#penghargaan #arya wedakarna #aisar khaledd #Pro dan Kontra