BALIEXPRESS.ID - Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) resmi meluncurkan inovasi digital bernama Waspada atau Wadah Aksi Satuan Pendidikan Aman dari Bencana. Terobosan ini digagas untuk mempercepat implementasi Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang selama ini dinilai belum berjalan optimal di wilayah Buleleng.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, menjelaskan bahwa platform Waspada dirancang dalam bentuk Google Site agar mudah diakses oleh seluruh warga sekolah, baik guru, siswa, maupun tenaga kependidikan.
Baca Juga: Jokowi Minta Relawan Dukung Prabowo–Gibran Dua Periode, PDIP: Demi Anak, Bukan Bangsa
“Banyak guru belum sepenuhnya memahami apa itu SPAB. Dengan platform ini, kami ingin menyederhanakan prosesnya dan memastikan informasi lebih mudah dijangkau,” ujar Ariadi saat ditemui di Singaraja, Selasa (23/9).
Waspada hadir dengan beragam fitur interaktif yang mendukung terbentuknya SPAB sesuai 10 langkah pembentukan yang diatur pemerintah pusat. Mulai dari informasi dasar terkait SPAB, landasan hukum, hingga panduan teknis yang bisa langsung diakses sekolah. Tidak hanya itu, tersedia pula kuis dan game kebencanaan khusus untuk siswa, serta fasilitas pengisian bukti dukung berupa dokumen dan template administrasi yang dibutuhkan sekolah.
Fitur lain yang menjadi andalan adalah sistem peringatan dini yang terhubung langsung dengan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dengan begitu, sekolah bisa lebih cepat menerima informasi terkait potensi bencana yang mungkin terjadi di wilayahnya.
Baca Juga: Pertama Kali Muncul Usai Rumah Dijarah Massa, Penampilan Ahmad Sahroni Jadi Sorotan
“Jadi, bukan hanya sebatas teori. Lewat Waspada, guru dan siswa bisa belajar sekaligus mempraktikkan pengetahuan kebencanaan dengan cara yang lebih sederhana,” tambah Ariadi.
Hingga saat ini, tercatat lebih dari 273 sekolah dari 9 kecamatan di Buleleng telah terdaftar dan aktif menggunakan platform Waspada. Angka tersebut menunjukkan adanya antusiasme yang cukup tinggi dari sekolah-sekolah untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana.
Meski begitu, Ariadi mengakui bahwa Program SPAB di Buleleng sebenarnya sudah lama diperkenalkan, namun perkembangannya masih belum maksimal. Dengan adanya inovasi digital ini, pihaknya berharap hambatan teknis maupun pemahaman yang selama ini menghambat bisa segera teratasi.
“Program SPAB sebenarnya sudah lama ada, tetapi perkembangannya di Buleleng masih belum optimal. Waspada kami hadirkan sebagai solusi agar program ini lebih mudah dipahami dan diterapkan,” jelasnya.
Tidak hanya mengandalkan teknologi digital, BPBD Buleleng juga menyiapkan tim fasilitator yang akan mendampingi sekolah secara langsung. Fasilitator ini berperan dalam penyusunan SOP, memberikan pendampingan administratif, hingga membantu pelaksanaan simulasi bencana di lingkungan sekolah.
Dengan langkah ini, BPBD ingin memastikan bahwa kesiapsiagaan bencana tidak hanya berhenti pada pengetahuan, melainkan juga menjadi budaya siaga yang tertanam di kalangan siswa maupun guru.
“Kami ingin membangun kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat. Karena budaya siaga bencana tidak bisa hanya dibebankan pada satu pihak saja. Semua harus bergerak bersama,” tutup Ariadi.
Baca Juga: GEGER! Mayat Seorang Sopir Ditemukan di Lahan Kosong Banyuning Buleleng
Kehadiran Waspada menjadi tonggak penting bagi Kabupaten Buleleng dalam membangun generasi yang lebih siap menghadapi bencana. Melalui pendekatan digital dan pendampingan langsung, BPBD Buleleng berharap program ini tidak hanya memperkuat kapasitas sekolah, tetapi juga menumbuhkan kesadaran sejak dini bahwa kesiapsiagaan adalah kunci utama dalam mengurangi risiko bencana. (dhi)
Editor : Wiwin Meliana