BALIEXPRESS.ID- Hasil uji Laboratorium yang dilakukan terhadap sampel otak anjing yang menggigit sembilan orang pendaki di Gunung Batukaru pada hari Minggu lalu sudah keluar. Dari hasil uji laboratorium menunjukkan sampel tersebut positif rabies.
Baca Juga: Sempat Dipulangkan, Anak Jalanan Asal Jawa Kembali Diamankan di Gilimanuk, Kali ini Bawa Balita
Menyikapi temuan tersebut, Kepala Puskeswan 3 langsung berkoordinasi dengan Perbekel Setempat dan Camat Pupuan, Unit Reaksi Cepat (URC) Pupuan, Dinas Kesehatan, serta Puskesmas untuk memastikan seluruh korban gigitan mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur.
Hingga saat ini tercatat enam orang korban telah mendapatkan perawatan di UGD Puskesmas Pupuan I, sementara tiga orang lainnya menjalani perawatan mandiri di Denpasar.
Seluruh korban kasus gigitan telah diberikan Vaksin Anti Rabies (VAR) sebagai langkah lanjutan.
Baca Juga: Percepat Perizinan Berusaha, Menteri Nusron Usulkan Akselerasi Digitalisasi 300 RDTR di 2026
Sebagai upaya pencegahan menyeluruh, hasil koordinasi dengan Perbekel Pujungan menyepakati pelaksanaan vaksinasi emergency nanti pada Kamis (25/9) yang dipusatkan di Dusun Tibu Dalem, Desa Pujungan.
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, Drh. Gde Eka Parta Ariana, menjelaskan vaksinasi emergency ini dilakukan untuk memutus potensi penyebaran rabies di wilayah tersebut.
“Langkah vaksinasi emergency di Desa Pujungan merupakan bentuk kewaspadaan untuk melindungi masyarakat. Kami menghimbau seluruh warga agar segera melaporkan bila terdapat kasus gigitan anjing, serta memastikan hewan peliharaan, khususnya anjing, memperoleh vaksinasi rabies secara rutin,” jelasnya.
Sementara itu, apabila ditemukan anjing liar tanpa pemilik, hewan tersebut akan di rescue oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk kemudian dipindahkan ke shelter penampungan.
Baca Juga: Sempat Rusak Akibat Bencana, Jalan Raya Perang Kini Tunggu Jadwal Pengaspalan
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr. Ida Bagus Surya Wira Andi menambahkan untuk para korban yang digigit anjing tersebut akan diberikan Vaksin Anti Rabies (VAR) lengkap sebanyak tiga kali.
“Mengingat semua korban berasal dari luar Tabanan, khususnya dari Kota Denpasar, pihak kami memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan kesehatan di seluruh fasilitas kesehatan di seluruh Bali, terutama dalam mendapatkan VAR lengkap tersebut,” ungkapnya. (gek)
Editor : Wiwin Meliana