BALIEXPRESS.ID– Masih ingat 23 Agustus 2025 silam. Gubernur Bali Wayan Koster sempat “murka” di Bandara Ngurah Rai. Kemudian melakukan rapat evaluasi, yang intinya mesti melakukan perbaikan sistem pelayanan. Koster memberikan waktu satu bulan untuk memperbaiki semua sisi kinerja. Hasilnya? Gubernur Koster datang lagi melakukan evaluasi setelah satu bulan berjalan. Hasilnya membaik, namun mesti terus ditingkatkan.
Usai melakukan evaluasi, Gubernur Koster memberikan penjelasan. “Sebulan lalu saya datang dan mengevaluasi kinerja. Kemudian satu bulan berjalan, evaluasi lagi. Mulai ada perbaikan,” jelas Gubernur Bali Wayan Koster.
Catatan yang didapatkan, yang pertama kebersihan toilet, perbaikan toilet dan rencana penggantian toilet, serta menambah tenaga kebersihan. “Toilet sudah bersih, yang rusak diperbaiki total. Kemudian yang memang parah akan diganti. Dan sudah membuat program penambahan tenaga kebersihan,” urai Gubernur yang adalah Ketua DPD PDIP Bali ini.
Evaluasi kedua, terkait imigrasi, pelayanan imigrasi semakin baik. Waktu tunggu bagi penumpang dengan paspor biasa sudah semakin cepat. Sedangkan paspor elektronik paling lama dalam 2 menit sudah selesai. “Membaik dari sisi imigrasi,” imbuhnya.
Sedangkakn yang Ketiga, waktu tunggu bagasi. Sebelumnya 1 sampai 1,5 jam. Sudah berhasil dipercepat. Saat ini maksimal 58 menit. Kondisi ini bisa terjadi, setelah ada penambahan alat dan tenaga. Keempat adalah, waktu tunggu di Bea Cukai semakin cepat, dilakukan dengan penambahan fasilitas dan tenaga. “Imigrasi dan Bea Cukai menambah alat dan tenaga, fasilitas penunjang juga. Akhirnya bisa membaik. Ini masalah kemauan dan niat,” sambung Mantan DPR RI tiga Periode ini.
Baca Juga: Banggar DPRD Tabanan Dorong Pemkab Maksimalkan BTT untuk Penanganan Bencana
Masalah kelima yang dievaluasi adalah, jasa transportasi semakin tertib. Tidak lagi merapat ke penumpang di area kedatangan. Terkait kinerja PT Angkasa Pura, sudah memperbaiki sistem pelayanan meliputi informasi, keamanan, kenyamanan dan keindahan. “Rapat Koordinasi Peningkatan Kualitas Penyelengaraan Layanan di Area Kedatangan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai ,yg dilaksanakan tgl 23 Agustus 2025 telah membuahkan hasil nyata. Perbaikan segala lini sudah terlihat,” jelas Gubernur asal Sembiran, Buleleng ini.
Tetapi Gubernur Koster masih ada catatan. Khususnya terkait waktu tunggu bagasi masih harus dipercepat menjadi 30-40 menit. Mesti bisa labi menekan maksimal 40 menit untuk menunggu bagasi. “Unsur pelayanan lainnya harus terus ditingkatkan, agar Bandara Ngurah Rai benar benar menjadi bandara berkelas dunia, sejalan dengan nama besar Bali dimata dunia,” ujarnya mengingatkan.
Bahkan Koster nantinya akan terus melakukan evaluasi berkala. “Rakor evaluasi akan dilakukan secara rutin sampai kualitas layanan di Bandara Ngurah Rai stabil pada posisi terbaik, berdaya saing secara berkelanjutan. Bandara itu adalah wajah Bali dimata dunia, Ketika wisatawan pertama menginjakan kaki di Bali,” pungkasnya.
Baca Juga: Hadiri Evaluasi Tahunan MPP Badung, Wabup Bagus Alit Sucipta Serahkan Penghargaan
Sebelumnya, Gubernur Koster sangat murka alias marah – marah dalam rapat koordinasi itu. Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Bandara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, diantaranya General Manager PT Angkasa Pura I Ahmad Syaugi Shahab, Kepala Kanwil Bea Cukai Bali-Nusra R. Fadjar Donny Tjahjadi, Kepala Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai Winarko, Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV Cecep Kurniawan, serta jajaran Kepala OPD Pemprov Bali.
Diawal pertemuan Koster menjelaskan Gambaran umum tentang kondisi Bali. Misalnya kunjungan wisman (wisatawan mancanegara) ke Bali mencapai 6,4 juta, secara nasional jumlah wisman 13,9 juta orang. Artinya 46 persen kunjungan wisman dari total nasional ke Bali. “Jumlah 6,4 juta kunjungan wisman tahun 2024 itu melebihi dari jumlah sebelum covid- 19, yaitu 6,25 juta orang,” jelas Gubernur yang adalah Mantan DPR RI tiga periode ini.
Terkait dengan devisi dari Bali Rp 107 triiun, atau 44 persen dari devisa Indonesia yaitu Rp 243 triliun. Sedangkan kontribusi pariwisata terhadap perekonomian Bali sangat tinggi, yaitu 66 persen. “Kalau PT Angkasa Pura I berapa untungnya tahun lalu,” tanya Gubernur Koster.
Ternyata sangat fantastis, keuntungan pengelola Bandara Ngurah Rai ini mencapai Rp 3,2 triliun. Angka ini disebutkan oleh General Manager PT Angkasa Pura I Ahmad Syaugi Shahab. Dengan kondisi ini Gubernur Koster mulai mengharapkan, agar keuntungan itu jangan malah digunakan untuk pengelolaan bandara diluar Bali semua, “Untung besar, mestinya digunakan untuk perbaikan fasilitas di Bali. Jangan malah dipakai keluar saja. Ingat ya, Bali itu wajah Indonesia dimata dunia. Kalua jelek Bandaranya dalam melayani, itu nama Indonesia yang jelek,” ungkap Gubernur Koster dengan suara mulai meninggi.
Baca Juga: Tersangka Korupsi Dana Desa Jegu Diserahkan ke Kejari Tabanan, Kerugian Negara Capai Rp850,5 Juta
Koster kemudian membeberkan fakta – fakat kacaunya di Bandara. Misalnya wisman yang sudah naik pesawat lama, bahkan ada yang melebihi 10 jam. Kondisi sampai Bali sudah malam. Namun mereka sangat lama lagi mendapatkan pelayanan. Bahkan bisa sampai tiga mereka baru bisa keluar Bandara.
Dalam pelayanan imigrasi juga tolong disikat habis adanya transaksi dalam pelayanan. “Tolong sikat habis pelayanan imigrasi yang menyangkut transaksional,” urainya. Termasuk juga ubah wajah pelayanan, sehingga Kesan masuk Bali pertama kali menginjakan kaki bagus. Karena Koster melihat banyak alat – alat yang sudah usang, meja yang sudah jelek. Bahkan tidak seragam. Ganti fasilitas lama, dan pastikan semua kendaraan operasional pakai kendaraan listrik untuk mendukung lingkungan. (art)
Editor : Wiwin Meliana