Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memastikan mutu lembaga tetap terjaga pasca perubahan status dari Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) menjadi Institut Agama Hindu Negeri (IAHN).
Pelaksanaan surveilen ini dilakukan langsung BAN-PT yang dipimpin langsung Sekretaris Dewan Eksekutif Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (DE BAN-PT), Prof. Tjokorde Walmiki Samadhi, S.T., M.T., Ph.D., bersama dua asesor BAN-PT, yakni Prof. Dr. Jamal Fakhri, M.Ag. dan Prof. Dr. Hesti Sadtyadi, S.E., M.Si.
Rektor Institut Mpu Kuturan, Prof. Dr. I Gede Suwindia, M.A., menyampaikan bahwa pihaknya menyambut proses surveilen ini dengan penuh keterbukaan.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperlihatkan keseriusan IMK dalam menjaga mutu pendidikan.
“Kami bersama tim akan memaparkan data sejujur-jujurnya dan menyiapkan semua yang dibutuhkan asesor. Kami mohon bimbingan apabila ada hal-hal yang masih kurang, karena pada dasarnya kami berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik,” ujar Suwindia.
Sementara itu, Prof. Tjokorde Walmiki Samadhi menjelaskan bahwa surveilen akreditasi berfungsi memastikan perguruan tinggi tetap konsisten memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana verifikasi atas tindak lanjut rekomendasi akreditasi sebelumnya.
“Tujuan surveilen adalah menjaga keberlanjutan mutu, sekaligus memverifikasi kesesuaian data dengan kondisi di lapangan. Mekanisme ini penting untuk memastikan akurasi, objektivitas, dan konsistensi penyelenggaraan pendidikan,” jelasnya. (dik)
Editor : I Putu Mardika