BALIEXPRESS.ID – Belakangan ini warga di sejumlah kawasan di Bali, terlihat mulai menggunakan cairan berwarna merah yang diyakini mampu mengusir hewan liar agar tidak buang kotoran sembarangan di jalan maupun depan rumah.
Pantauan di lapangan, hal ini terpantau dilakukan oleh warga di Legian, Sanur, hingga Denpasar Timur.
Usut punya usut, cairan tersebut dibuat dari campuran sederhana, yakni air putih dengan kesumbe (pewarna) merah. Oleh umat Hindu di Bali, kesumbe biasanya dipakai untuk membuat segehan atau jajan suci.
Campuran ini menghasilkan warna merah pekat yang kemudian dipercayai ampuh membuat anjing enggan mendekati area yang sudah disiram cairan tersebut.
Menurut salah seorang warga, Made Ari, hal itu dilakukan setelah mendapatkan informasi dari media sosial tentang cara untuk mencegah anjing buang air di depan rumahnya. "Biasanya pagi-pagi entah anjing milik siapa, suka buang air di depan rumah saya. Lalu saya dapat info soal trik ini, ya jadinya saya coba," ujarnya.
Hanya saja ia belum bisa memastikan apakah upaya itu efektif atau tidak. "Saya baru coba hari ini, jadi masih menunggu hasilnya," lanjutnya.
Fenomena cairan merah tersebut kini menjadi perbincangan hangat. Waktu yang akan menjawab, apakah cara ini bisa menjadi solusi praktis menjaga kebersihan lingkungan atau sekadar tren sesaat. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana