BALIEXPRESS.ID-Media sosial dihebohkan dengan beredarnya video penangkapan seorang pria yang diduga pelaku penjambretan di kawasan Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Selasa, 30 September 2025.
Peristiwa tersebut menarik perhatian publik karena pelaku disebut-sebut merupakan oknum anggota polisi.
Baca Juga: BMKG Catat 52 Guncangan Gempa di Sumenep, Tak Berpotensi Tsunami
Video penangkapan itu pertama kali dibagikan oleh akun Facebook bernama Wayan Sumerta Yasa, dan dengan cepat menjadi viral.
Dalam video yang beredar, tampak seorang pria diamankan oleh warga setelah diduga menjambret kalung milik seorang pedagang kaki lima yang menjual stroberi, tomat, keripik, dan camilan lainnya di tepi jalan kawasan Pancasari.
Menurut keterangan yang disertakan dalam unggahan tersebut, pelaku sempat memukul kepala korban dengan benda menyerupai pentungan polisi.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 6,5 Guncang Sumenep, Terasa hingga Bali; BMKG Imbau Waspada Gempa Susulan
Usai menjambret, pelaku mencoba melarikan diri namun aksinya berhasil digagalkan oleh seorang pengendara mobil yang kebetulan melintas dan menabrak motor pelaku hingga terjatuh.
Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung mengamankan pelaku dan sempat memukulinya sebelum akhirnya polisi tiba di lokasi.
Korban disebut mengalami luka di bagian kepala dan telah dilarikan ke rumah sakit di wilayah Buleleng untuk mendapatkan perawatan medis.
Meski dalam unggahan disebutkan bahwa pelaku adalah anggota Polsek Baturiti, hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai identitas dan status oknum tersebut.
Kapolsek maupun Humas Polres Buleleng belum memberikan konfirmasi terkait dugaan keterlibatan anggota kepolisian dalam kasus ini.
Pihak kepolisian diharapkan segera memberikan klarifikasi untuk meredam keresahan masyarakat dan memastikan proses hukum berjalan transparan.
Beberapa warganet dalam kolom komentar menyampaikan apresiasi terhadap warga yang sigap menangkap pelaku serta kehadiran cepat aparat kepolisian ke lokasi kejadian.
Namun, mereka juga mendesak agar kasus ini diusut tuntas, terutama jika benar pelaku merupakan aparat yang seharusnya melindungi masyarakat.
Editor : Wiwin Meliana