SINGARAJA, BALI EXPRESS – Guncangan gempa bumi kembali dirasakan masyarakat Kabupaten Buleleng, Bali, pada Rabu (1/10) dini hari. Getaran terjadi sekitar pukul 00.49 WITA, saat sebagian besar warga masih terlelap.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di koordinat 7,25 Lintang Selatan dan 114,22 Bujur Timur, tepatnya sekitar 50 kilometer tenggara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Kekuatan gempa mencapai 6,5 skala richter.
Di wilayah Buleleng, gempa dirasakan dengan intensitas III MMI (Modified Mercalli Intensity). Skala tersebut sangat terasa di dalam rumah, mirip dengan hentakan truk besar yang sedang melintas.
Sejumlah warga mengaku merasakan guncangan cukup jelas. Puja Savitri, warga Desa Umanyar, Seririt, yang indekos di Singaraja menuturkan momen mengejutkan saat dirinya sedang tidur. Ia merasa sangat khawatir lantaran kamar kosnya berada di lantai 2. Saat itu ia sedang sendirian.
“Pas lagi tidur, tiba-tiba ada goyang. Setengah sadar, apa gempa atau bukan. Terasa sekali, apalagi kamar saya di atas,” ujarnya dengan menggebu, Rabu (1/10) pagi.
Baca Juga: Gempa 5,7 SR Terasa Hingga Buleleng, BPBD Sempat Gelar Simulasi Tsunami di Pengastulan
Namun hal berbeda justru dirasakan Perhat Al-Fas. Menurutnya, getaran gempa tidak terasa sama sekali. Pada waktu itu ia tertidur sangat lelap, sehingga ia tidak mengetahui adanya gempa bumi.
“Iya, katanya gempa. Keras. Tapi saya tidak tahu, tidak rasa. Sudah tidur jam segitu,” kata dia.
Meski sempat membuat panik warga, gempa tersebut dipastikan tidak menimbulkan potensi tsunami. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, menegaskan kondisi tetap aman.
“Astungkara, dari 9 kecamatan di Buleleng, sampai pagi ini kami tidak menerima laporan dampak kerusakan akibat gempa,” jelasnya.
Ariadi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, meski secara umum kondisi Buleleng masih relatif aman. “Kami terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan BMKG. Sejauh ini tidak ada kerusakan maupun korban jiwa,” tambahnya.
Meski berlangsung singkat, guncangan dini hari itu cukup membuat warga terjaga dari tidurnya. Beberapa warga memilih keluar rumah sesaat hingga yakin kondisi aman. “Refleks saja, karena takut kalau gempa makin besar,” ungkap salah satu warga Nova Ariyani.
Hingga Rabu pagi, aktivitas masyarakat di Buleleng kembali normal. Warga berharap guncangan tidak berulang dengan intensitas yang lebih kuat. ***
Editor : Dian Suryantini