BALIEXPRESS.ID– Proyek pengerjaan galian pipa dan pengaspalan di Jalan Sedap Malam, Denpasar, menuai kritik tajam dari masyarakat.
Warga mengeluhkan kondisi jalan yang dinilai membahayakan pengendara, khususnya pengendara sepeda motor, lantaran permukaan jalan tidak rata dan sebagian besar hanya ditutup dengan kerikil tanpa aspal.
Baca Juga: Viral! Mobil Dokter Gigi Muda di Denpasar Diduga Dicongkel, Data Pasien Raib
Kondisi tersebut diduga menjadi penyebab sejumlah kecelakaan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Salah satu warga, melalui akun Facebook bernama Dedik, mengunggah beberapa foto korban kecelakaan yang terjadi di ruas jalan tersebut, lengkap dengan narasi keluhan terhadap pengerjaan proyek yang dinilai “setengah hati”.
“Kecelakaan lagi di Jalan Sedap Malam. Teruntuk pihak terkait Dinas PUPR Provinsi Bali, saya sebagai warga bertanya dengan nada lembut… mengapa pengaspalan di Jalan Sedap Malam setengah hati? Kenapa harus menyisakan jarak sekitar 5–10 cm dari aspal yang sebelumnya? Apakah anggaran untuk menutup sempurna tidak cukup?” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Dedik juga menyebut bahwa sudah banyak kecelakaan terjadi, bahkan dikabarkan ada yang meninggal dunia akibat kondisi jalan yang membahayakan.
Baca Juga: Megahnya Penjor Berukuran Besar Beradu Sambut Tradisi Aci Tabuh Rah Pengangon di Kapal
Warga lain pun turut membagikan pengalaman serupa di kolom komentar maupun media sosial.
Akun Ady Parwata, dalam unggahannya, menyayangkan proyek yang membongkar jalan yang sebelumnya sudah mulus setelah direhabilitasi pada akhir 2022 lalu.
“Padahal jalan di Sedap Malam sudah bagus. Setelah ada proyek, dibongkar lagi tapi tidak diaspal seperti semula. Membahayakan, mengingat jalur Sedap Malam ramai dilalui kendaraan,” tulisnya.
Unggahan tersebut ramai mendapat respons dari warganet lainnya. Akun @AstRie IntaRan menyebutkan bahwa jalan tersebut sangat berbahaya terutama bagi pengendara motor.
“Ngeri sedep lewat sana. Waktu itu sempat naik motor berboncengan lewat Jalan Sedap Malam, rasanya sedap-sedap ngeri. Naik mobil sih enggak masalah, tapi kalau naik motor sangat-sangat berbahaya karena aspalnya tidak rata. Seperti tidak niat diaspal ulang,” tulisnya.
Baca Juga: Ungkapan Haru Ayah Kadek Ayu Usai Putri Tercinta Tewas Tertimpa Pikap di Tanjakan Sambangan
Seorang warganet juga mengabarkan bahwa seorang pelajar dari SMA Triatma Jaya (Trisma) mengalami kecelakaan di belokan dekat Br. Kebon Kuri Mangku akibat kondisi jalan yang licin dan tidak rata.
“Jalan ini sudah banyak memakan korban dan menyebabkan kecelakaan yang seharusnya tidak perlu terjadi,” imbuhnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas PUPR Provinsi Bali maupun pihak kontraktor proyek terkait. Masyarakat berharap agar pengerjaan pengaspalan dapat segera diselesaikan dengan tuntas dan standar keamanan yang layak, agar tidak lagi membahayakan para pengguna jalan.
Editor : Wiwin Meliana