BALIEXPRESS.ID – Pemkab Bangli menyiapkan dua lahan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Lahan tersebut berada di wilayah Petak dan Bangklet, masing-masing seluas sekitar 8 are.
Lahan itu nantinya akan digunakan sebagai Satuan Pendidikan Pelaksana Program Gizi (SPPG).
Sekda Bangli, I Dewa Bagus Riana Putra, mengatakan penyiapan lahan tersebut merupakan bentuk dukungan penuh pemda terhadap program pusat.
Pemkab siap membekap agar pelaksanaan MBG berjalan sukses dan memberi manfaat bagi anak-anak.
Ia menegaskan, program ini juga bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.
Menurut Riana, penyiapan lahan merupakan petunjuk pemerintah pusat.
Lahan yang sudah disediakan akan dimanfaatkan SPPG pusat, meski hingga kini belum ada kepastian kapan mulai digunakan. “Lahan itu milik pemda,” jelas Riana.
Selain menyiapkan lahan, pemda juga berupaya memperkuat sistem pengawasan.
Melalui Dinas Kesehatan yang memiliki jejaring puskesmas, pemda terus mengimbau SPPG agar menjalankan program secara maksimal, termasuk mencegah terjadinya kasus keracunan seperti di luar Bali.
Di Bangli, program MBG sudah berjalan namun belum merata. Bahkan, siswa di Kecamatan Kintamani, hingga kini belum bisa menikmati program tersebut.
“Harapannya tentu bisa merata, tapi kembali ke konteks keterbatasan SPPG," kata Ketua Satgas MBG Bangli, ini.
Terkait belum meratanya program MBG di Bangli sempat menjadi sorotan DPRD Bangli.
Ketua Dewan I Ketut Suastika berharap program itu segera terealisasi di semua kecamatan.
Menurutnya, pemerataan penting agar tujuan program benar-benar tercapai. Selain itu, ia meminta adanya pemantauan dan pengawasan yang jelas.
“Sekarang saya lihat pengawasannya abu-abu, siapa yang bertugas mengawasi,” ujarnya, Minggu (28/9/2025).
Ia mencontohkan adanya kasus di luar daerah, nasi bantuan berisi ulat. Karena itu, perlu saluran pengaduan agar masyarakat tahu ke mana harus melapor. (*)
Editor : I Made Mertawan