BALIEXPRESS.ID- DPRD Bali berduka. Anggota dewan dari dapil Buleleng, Jro Nyoman Ray Yusha, tutup usia pada Sabtu (4/10/2025) sore.
Politikus senior berusia 75 tahun itu mengembuskan napas terakhir di RSUP Prof. Ngoerah (Sanglah), Denpasar, setelah beberapa hari menjalani perawatan intensif.
Informasinya, kondisi kesehatan Ray Yusha mendadak menurun sejak Rabu (1/10/2025).
Saat itu, pria asal Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng ini mengeluhkan kelelahan.
Setelah diperiksa, ia dinyatakan mengalami luka pada lambung hingga harus menjalani rawat inap.
Namun, kondisi kesehatannya terus menurun hingga dinyatakan meninggal dunia Sabtu sekitar pukul 16.30 Wita.
Ketua DPC Gerindra Buleleng, Gede Harja Astawa, mengaku terkejut atas berpulangnya Ray Yusha.
“Saya kaget juga karena tadi saya dapat info pas sedang reses di Busungbiu,” ujarnya.
Harja mengenang, pekan lalu Ray Yusha masih aktif bersuara lantang dalam rapat Pansus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (TRAP) DPRD Bali.
Bahkan komunikasi terakhir mereka berlangsung Senin (29/9/2025) malam, saat membahas isu tata ruang dan perizinan.
“Informasinya karena kecapekan, tapi kondisinya drop terus. Saya shock juga," ungkapnya.
Menurut Harja, Ray Yusha dikenal sebagai sosok yang ulet, tekun, dan pantang menyerah dalam dunia politik.
Ray Yusha, politikus Partai Gerindra ini rajin turun ke lapangan untuk memastikan serta menyelesaikan persoalan yang menjadi aspirasi masyarakat.
Harja sendiri mengenal Ray Yusha sejak 2007, ketika mendiang mencalonkan diri sebagai Bupati Buleleng.
Meski beberapa kali mengalami jatuh bangun dalam kontestasi politik, Ray Yusha tetap konsisten berkiprah.
Pada Pilkada 2007, Ray Yusha mencalonkan diri sebagai Bupati Buleleng berpasangan dengan Ni Putu Febri Antari, meski akhirnya harus legawa dengan hasil yang memenangkan pasangan Putu Bagiada-Arga Pinatih.
Pada Pemilu 2014, ia maju sebagai calon anggota DPR RI namun gagal melenggang ke Senayan.
Baru pada Pemilu 2019, Ray Yusha berhasil terpilih sebagai anggota DPRD Bali, dan kembali terpilih pada Pemilu 2024 dengan perolehan 12.416 suara.
Sebelum berpulang buat selamanya, Ray Yusha di DPRD Bali dipercaya sebagai Ketua Pansus Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) Provinsi Bali 2025-2055.
Ranperda yang dibahas panjang karena kompleksitas persoalan tersebut akhirnya rampung dan kini tinggal menunggu pengesahan. (*)
Editor : I Made Mertawan