SINGARAJA, BALI EXPRESS – Suasana malam di Banjar Dinas Bonagung, Desa Pelapuan, Kecamatan Busungbiu, Buleleng, mendadak mencekam pada Minggu (5/10) sekitar pukul 20.30 Wita. Kobaran api membubung tinggi dari sebuah tempat penyulingan minyak daun cengkeh milik Dewa Made Partajasa,54. Dalam sekejap, bangunan semi permanen berukuran 7x14 meter itu dilalap si jago merah hingga rata dengan tanah.
Tempat usaha yang menjadi sumber penghidupan keluarga Partajasa itu terbakar hebat. Bangunan berdiri dari tiang beton, rangka kayu, dan beratap spandek tanpa dinding. Dalam kondisi seperti itu, api dengan mudah menjalar ke segala arah. Diduga, api berawal dari tungku penyulingan minyak yang masih menyala dan menyambar tumpukan daun cengkeh kering di sekitarnya.
Kepulan asap pekat disertai percikan api membuat warga sekitar panik. Mereka berhamburan keluar rumah dan berusaha membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya. Ember, sekop, dan selang air seadanya menjadi alat darurat untuk menaklukkan amukan api yang semakin membesar.
Namun upaya warga tak banyak membantu. Material bangunan yang mudah terbakar dan kondisi angin malam yang cukup kencang membuat api kian sulit dikendalikan. Sekitar dua jam kemudian, tim dari Pemadam Kebakaran Kabupaten Buleleng tiba di lokasi. Bersama warga, mereka bahu membahu memadamkan api yang sudah hampir melahap seluruh bagian bangunan.
Upaya keras itu akhirnya membuahkan hasil. Api berhasil dijinakkan sekitar pukul 22.57 Wita. Meski demikian, tempat penyulingan minyak daun cengkeh itu nyaris tak tersisa. Peralatan produksi, tumpukan bahan baku, serta hasil penyulingan yang belum sempat dijual, ludes terbakar.
“Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 22.57 wita berkat kerja sama petugas pemadam, Bhabinkamtibmas, dan warga,” jelas Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz, saat dikonfirmasi, Senin (6/10).
Ia menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta. “Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” tegas IPTU Diaz.
Meski tidak menelan korban manusia, peristiwa tersebut menyisakan duka bagi pemilik usaha. Dewa Made Partajasa tampak terpukul menyaksikan usaha yang dibangunnya selama bertahun-tahun berubah menjadi puing hitam.
“Api cepat sekali membesar, kami tidak sempat menyelamatkan apa-apa,” katanya.
Kebakaran di tempat penyulingan minyak daun cengkeh ini menjadi peringatan penting bagi para pelaku usaha rumahan di sektor serupa. Proses penyulingan yang menggunakan tungku api terbuka menyimpan risiko tinggi bila tidak diawasi dengan cermat.
IPTU Yohana pun mengingatkan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama di lokasi usaha yang melibatkan api atau bahan mudah terbakar. “Pastikan alat pemadam sederhana seperti APAR tersedia dan tungku benar-benar dimatikan setelah digunakan,” imbaunya. ***
Editor : Dian Suryantini