Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

NEKAT! Melahirkan Diam-Diam, ART di Batubulan Kangin Kubur Bayinya di Bawah Pelinggih Rumah Majikan

I Wayan Ananda Mustika Putra • Selasa, 7 Oktober 2025 | 01:35 WIB
HEBOH :  TKP sebuah rumah kontrakan penemuan bayi yang dikubur di bawah pelinggih penunggun karang Senin (6/10/2025).
HEBOH : TKP sebuah rumah kontrakan penemuan bayi yang dikubur di bawah pelinggih penunggun karang Senin (6/10/2025).


BALIEXPRESS.ID – Warga Desa Batubulan Kangin, Kecamatan Sukawati, Gianyar, digemparkan dengan penemuan jasad bayi yang terkubur misterius di pekarangan sebuah rumah kontrakan pada Senin (6/10/2025).

Bayi malang itu diduga adalah hasil kelahiran rahasia dari seorang asisten rumah tangga (ART) berinisial R, yang nekat melahirkan tanpa bantuan medis di rumah majikannya.
Kasus tragis ini mulai terkuak dari sebuah insiden medis.

Berdasarkan informasi, R melahirkan bayinya sendirian di kamar mandi rumah kontrakan tempatnya bekerja. Ia kemudian berusaha membersihkan jejak, termasuk ceceran darah hingga ke ruang tamu, agar kelahirannya tidak diketahui.


Setelah melahirkan, R menghubungi kekasihnya, G. Saat G tiba, bayi tersebut sudah dalam kondisi membiru dan tak bernyawa. Diliputi kepanikan, pasangan asal Lombok ini memutuskan untuk membungkus jasad bayi dalam plastik dan kardus, lalu menguburkannya secara diam-diam. Tempat yang dipilih sungguh tak terduga, yakni di bawah pelinggih penunggun karang di halaman rumah.


Aksi senyap ini diperkirakan terjadi pada Sabtu (4/10/2025), memanfaatkan kondisi rumah yang sepi karena majikan R sedang pulang kampung ke Karangasem. Bahkan, adik majikan R, Gusti Sudiartika, menyebutkan bahwa kamera CCTV di rumah sempat dicabut oleh R.


Upaya R menyembunyikan kelahiran dan kematian bayinya akhirnya gagal total. Beberapa hari kemudian, R mengalami sakit hebat dan pendarahan masif. Ia terpaksa dilarikan ke RS Ganesa Celuk untuk mendapatkan perawatan.


Tim medis yang mencurigai kondisi R terus mencecarnya hingga akhirnya R tak kuasa mengelak. Ia pun mengaku baru saja melahirkan dan jasad bayinya telah dikubur di rumah kontrakan.


Laporan dari pihak rumah sakit segera ditindaklanjuti. Kepala lingkungan, Bhabinkamtibmas, dan Polsek Sukawati langsung mendatangi lokasi. Bersama adik majikan R, Gusti Sudiartika, petugas melakukan pencarian.


Kecurigaan mengarah pada sebuah gundukan tanah di bawah pelinggih penunggun karang. Setelah digali, petugas menemukan kardus berisi jasad bayi yang telah membusuk. "Sekarang hanya si perempuan yang tahu apakah bayinya masih hidup saat lahir atau tidak," ujar Gusti Sudiartika.


Jasad bayi segera dievakuasi ke RSUD Sanjiwani Gianyar untuk proses pemeriksaan forensik. Sementara itu, rumah kontrakan dipasangi garis polisi (police line) dan dilakukan upacara pecaruan pada hari yang sama karena bertepatan dengan rahina Purnama Kapat.


Saat ini, Polsek Sukawati yang dibantu Polres Gianyar masih mendalami kasus ini. Penyelidikan difokuskan untuk memastikan apakah bayi tersebut lahir dalam kondisi hidup atau sudah meninggal dunia saat dilahirkan.


R diketahui baru lima bulan bekerja sebagai ART dan majikannya tidak menaruh curiga karena R kerap mengenakan pakaian longgar.

"Memang benar yang bersangkutan tinggal disini sebagai ART. Asalnya dari Lombok Timur," kata Kepala Dusun Banjar Puseh, I Ketut Arya Suantara.

Kasus ini masih dalam pengembangan untuk mengungkap motif dan fakta di baliknya.(*) 

Editor : I Dewa Gede Rastana
#gianyar #bayi #art #dikubur #pendarahan #penunggun karang