Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Balita di Karangasem Luka Serius Akibat Gigitan Anjing Liar, Status Rabies Masih Misterius

I Wayan Adi Prabawa • Selasa, 7 Oktober 2025 | 15:17 WIB

 

Ilustrasi anjing galak
Ilustrasi anjing galak

BALIEXPRESS.ID – Seorang balita laki-laki berusia tiga tahun, berinisial IGWP, mengalami luka serius setelah digigit seekor anjing liar di Banjar Dinas Pekandelan, Desa Culik, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali.

Insiden yang terjadi baru-baru ini menyebabkan korban harus menerima enam jahitan di bagian dahi.

Hingga Senin (6/10/2025), anjing yang menggigit korban belum berhasil ditemukan.

Hal ini menyulitkan petugas dalam memastikan apakah anjing tersebut rabies atau tidak.

Kepala UPTD Puskeswan Karangasem, I Ketut Suardita, mengatakan pihaknya langsung melakukan pencarian bersama aparat desa dan warga setelah menerima laporan dari keluarga korban.

“Berdasarkan keterangan keluarga, anjing tersebut berwarna cokelat, berjenis kelamin jantan, dan diperkirakan berumur satu setengah tahun. Namun hingga saat ini belum berhasil kami temukan,” ujarnya.

Suardita menambahkan, tidak ada warga sekitar yang mengaku memiliki anjing dengan ciri-ciri tersebut.

“Dalam kasus gigitan anjing, apalagi sampai menyebabkan luka parah, biasanya jarang ada yang mengaku sebagai pemiliknya,” katanya.

Meski hewan tersebut belum ditemukan, korban tetap menjalani prosedur medis dengan menerima vaksin antirabies (VAR) lanjutan untuk mencegah kemungkinan infeksi.

Puskeswan Karangasem menyatakan akan terus melakukan penelusuran dan berkoordinasi dengan aparat desa, termasuk perbekel dan kepala dusun, untuk menemukan anjing tersebut. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#rabies #gigit anjing #karangasem