BALIEXPRESS.ID – Kisah pilu datang dari Banjar Calo, Desa Pupuan, Kecamatan Tegalalang, Gianyar, di mana seorang pria lansia yang akrab disapa Kakek Gelur, harus menjalani hari-harinya dalam kondisi penuh keterbatasan.
Baca Juga: Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun di Karangasem, Diharapkan Jadi Pusat Ekonomi dan Wisata Baru
Dengan tubuh renta dan kondisi kesehatan yang kian melemah, Kakek Gelur masih setia merawat anak laki-lakinya yang mengalami disabilitas.
Keseharian Kakek Gelur sangat mengiris hati. Ia tinggal bersama anaknya di sebuah rumah kecil yang kumuh dan penuh dengan tumpukan sampah, tanpa tempat tidur layak maupun peralatan rumah tangga yang memadai.
Dalam sebuah video yang viral di media sosial, terlihat kondisi gubuk sangat memprihatinkan, nyaris tak layak huni.
“Beliau sering terlihat jalan kaki bawa rongsokan di sekitaran Pura Tirta Empul. Kadang juga menjual daun sirih yang digulung dan diikat benang tridatu,” tulis keterangan dalam video Instagram @nasilawarnangetonk yang membagikan kisah tersebut.
Baca Juga: Nasib Tragis Pemuda Pejarakan: Jatuh dari Pohon Saat Cari Pakan, Sempat Koma Lalu Meninggal
Dalam video tersebut, tampak Kakek Gelur batuk cukup parah saat sedang merawat anaknya yang duduk lemah di dalam ruangan sempit.
Tak ada kasur, hanya lantai seadanya. Anak yang disabilitas itu dirawat dengan penuh kasih oleh sang ayah yang sudah sepuh.
Kisah ini pun menyita perhatian warganet. Video yang diunggah akun tersebut telah dibagikan ratusan kali dan menuai banyak komentar berisi simpati dan doa.
“Hati ini nyesek lihat videonya. Semoga ada jalan bantuan buat beliau,” tulis seorang netizen.
Baca Juga: PAD Pariwisata Baru 60 Persen, Komisi III Dorong Optimalisasi Potensi Wisata Klungkung
“Semoga ada donatur dan pemerintah segera turun tangan bantu Kakek Gelur,” tambah warganet lainnya.
Menurut informasi dari akun pengunggah, Kakek Gelur sangat membutuhkan bantuan sembako, sabun mandi, dan kebutuhan dasar lainnya untuk kelangsungan hidup sehari-hari bersama anaknya.
Editor : Wiwin Meliana