BALIEXPRESS.ID — Sosok yang mengaku sebagai Ida Rsi Mundi akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka setelah video-video kontroversialnya viral dan menuai kritik luas dari publik, khususnya umat Hindu di Bali.
Baca Juga: Menuju Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran, Komdigi Blokir 2,2 Juta Konten Judi Daring
Permintaan maaf itu disampaikan melalui akun Facebook miliknya, dalam bentuk video singkat yang diunggah pada Rabu (8/10/2025).
Dalam video tersebut, Ida Rsi Mundi mengaku khilaf atas ucapan dan tindakan yang sempat ia bagikan melalui media sosial.
“Mohon maaf atas segala ucapan-ucapan yang Ida Rsi ucapkan di akun Facebook,” ujarnya dalam video tersebut.
Tak hanya meminta maaf, ia juga berjanji akan menghapus seluruh video yang telah beredar dan menyebabkan kegaduhan di media sosial.
Sebelumnya, Ida Rsi Mundi menjadi perbincangan panas di media sosial setelah mengunggah sejumlah video yang menunjukkan dirinya memohon bantuan secara terbuka kepada publik. Bantuan yang diminta meliputi uang tunai, sembako seperti beras dan minyak, hingga dukungan pembangunan rumah ibadah.
Dalam salah satu video paling kontroversial, Ida Rsi Mundi bahkan terdengar mengancam akan “membabat” (memarahi) para dewata, termasuk Ratu Gede Sakti, jika tidak diberi bantuan.
Baca Juga: Skandal PLTU Kalbar: Jejak Halim Kalla, Adik Jusuf Kalla dalam Korupsi Energi Triliunan Rupiah
“Jika tidak Ida Rsi Mundi diberi bantuan, maka Ratu Gede Sakti Ida Rsi babat, Bhatara semua Ida Rsi babat, para dewata Ida Rsi babat semua. Sang Hyang Widhi, Ida Rsi babat semua,” ucapnya dalam video yang kemudian viral di berbagai platform.
Dalam unggahan lainnya, Ida Rsi Mundi mengaku tidak memiliki rekening bank dan meminta bantuan dikirim langsung ke lokasi tinggalnya di perempatan Batumadeg, Patung Budha Kwam In, Nusa Penida.
“Maaf Ida tidak punya rekening. Jika Anda saudara betul manusiawi dan berjiwa tulus ikhlas, tolong bantu kirimkan uang bantuan ke alamat tempat Ida,” tulisnya.
Beberapa video lain bahkan memperlihatkan permintaan bantuan untuk melunasi utang dan biaya sekolah, yang dinilai tak lazim disampaikan oleh seorang yang menyandang gelar spiritual tinggi.
Dalam tradisi Hindu Bali, gelar "Ida Rsi" merupakan sebutan bagi sulinggih dari soroh Bhujangga Waisnawa, yaitu tokoh suci yang telah menjalani tapa brata dan lepas dari ikatan duniawi. Mereka dihormati sebagai pembimbing spiritual, dan seharusnya menjauh dari urusan materi pribadi.
Oleh karena itu, tindakan Ida Rsi Mundi yang meminta bantuan secara publik apalagi dengan nada ancaman terhadap dewata dinilai mencederai citra sulinggih dan memicu kekhawatiran adanya penyalahgunaan gelar spiritual.
Editor : Wiwin Meliana