SINGARAJA, BALI EXPRESS – Aula SMK Negeri 1 Sukasada pada Rabu (9/10) tampak lebih ramai dari biasanya. Ratusan pelajar, alumni, hingga pencari kerja datang mengikuti SMIK Job Fair, Gelar Karya, dan Jegeg Bagus Tahun 2025. Tak hanya bursa kerja, acara ini menjelma menjadi ajang pertemuan ide, peluang, dan semangat baru anak muda Buleleng yang ingin menatap masa depan dengan percaya diri.
Mengusung tema “Entrepreneurial Excellence (Building Careers at SMK Negeri 1 Sukasada)”, kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra, dan berlangsung selama dua hari, 8–9 Oktober 2025. Sebanyak 25 perusahaan ambil bagian, membuka ratusan lowongan kerja dari berbagai sektor—mulai dari perhotelan, teknologi, hingga industri kreatif.
Kariaman Putra menegaskan bahwa Job Fair ini bukan hanya agenda rutin, tetapi sebuah langkah nyata pemerintah untuk menekan angka pengangguran dan mendorong lahirnya generasi muda yang tangguh dan inovatif.
“Job Fair ini adalah wadah strategis yang mempertemukan pencari kerja dan perusahaan secara transparan dan kompetitif. Pemerintah hadir sebagai fasilitator agar proses rekrutmen berjalan efektif, terbuka, dan adil,” ujarnya Kamis (9/10).
Kariaman menambahkan, dunia kerja kini menuntut lebih dari sekadar ijazah. Dibutuhkan kreativitas, adaptasi, dan semangat kewirausahaan agar anak muda Buleleng mampu bersaing di tingkat global.
“Kami berkomitmen menyiapkan tenaga kerja yang tidak hanya siap kerja, tapi juga siap menciptakan pekerjaan. Wirausaha muda harus menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” tegasnya.
Selain bursa kerja, SMIK Job Fair 2025 juga menampilkan Gelar Karya—pameran hasil kreativitas siswa SMK Negeri 1 Sukasada yang mencuri perhatian. Dari produk kerajinan, inovasi teknologi, hingga karya kuliner kekinian, semuanya menjadi bukti bahwa sekolah vokasi bisa menjadi pusat lahirnya ide-ide bisnis masa depan.
Suasana makin semarak ketika para siswa mempresentasikan hasil karyanya di hadapan pengunjung dan perwakilan perusahaan. Ada yang memamerkan robot mini untuk efisiensi energi, ada pula yang memperkenalkan produk eco-friendly hasil olahan limbah organik. Semangat itu membuat Job Fair tak lagi terasa kaku seperti ajang lamaran kerja.
“Kami berharap kegiatan seperti ini menjadi tradisi baru di Buleleng. Semakin banyak perusahaan terlibat, semakin besar peluang bagi anak muda untuk menemukan arah hidup dan kariernya,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Sukasada, I Putu Sumandi Yasa, menegaskan bahwa Job Fair ini juga menjadi bagian dari pembentukan karakter siswa.
“Kami ingin lulusan kami tidak hanya siap kerja, tapi juga punya mental mandiri, berani mengambil risiko, dan mampu menciptakan lapangan kerja. Dunia kerja bukan sesuatu yang menakutkan, tapi ruang untuk tumbuh,” tuturnya dengan optimis.
Sumandi Yasa juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Ia berharap Job Fair menjadi tonggak awal kebangkitan wirausaha muda di Kabupaten Buleleng.
“Inilah saatnya anak muda Buleleng berdiri di atas kaki sendiri. Dengan ilmu, keterampilan, dan kreativitas, mereka bisa menjadi pencipta perubahan,” kata dia. ***
Editor : Dian Suryantini