BALIEXPRESS.ID– Tragedi memilukan terjadi di Banjar Dinas Pauman, Desa Seraya, Karangasem, setelah seorang warga berinisial IGAAP (33) ditemukan tewas ulah pati dengan gantung diri di kamar mandi rumahnya, Minggu (12/10) pagi.
Korban, yang pernah berprofesi sebagai perawat, diduga mengakhiri hidupnya karena depresi.
Baca Juga: Pemerintah Perkuat Daya Beli Rakyat Lewat Stimulus Ekonomi Tepat Sasaran
Perbekel Desa Seraya, I Wayan Dandri, menyebut, IGAAP yang merupakan mantan perawat di salah satu rumah sakit swasta di Karangasem itu sempat dilarikan ke Puskesmas ketika didapati sudah tergantung di kamar mandi, namun dinyatakan sudah tidak bernyawa.
"Korban pernah menjadi perawat, tapi sudah dua tahun ini mengundurkan diri dan memilih fokus mengurus toko yang lumayan besar di Seraya," jelas Dandri.
Baca Juga: Kelelahan, Lima Pendaki Gunung Batukaru Dievakuasi Tim Sar Minggu Dini Hari
Ia menambahkan, korban meninggalkan dua putri yang masih belia, masing-masing berusia empat dan dua tahun.
“Anak-anaknya masih kecil sekali. Kami turut berdukacita, semoga keluarga diberi ketabahan,” ujarnya.
Baca Juga: FANTASTIS! Klungkung Raih 198 Medali di Porprov Bali XVI, Atlet Diganjar Bonus Rp11 Miliar
Kapolsek Karangasem Kompol I Nyoman Merta Kariana menjelaskan, sebelum memilih mengakhiri hidupnya, IGAAP diketahui sempat berbincang dengan ayahnya sekitar pukul 06.00, lalu pamit ke kamar mandi.
Kecurigaan muncul sekitar pukul 08.30, ketika istri korban mencari keberadaannya yang tak kunjung terlihat sejak pagi.
Setelah dicek ke kamar mandi, sang istri mendapati suaminya sudah tergantung dan langsung berteriak meminta pertolongan warga.
Hingga akhirnya peristiwa ini dilaporkan ke pihak kepolisian.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, polisi memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh IGAAP.
Baca Juga: 133 Desa di Tabanan Pertahankan Status Desa Mandiri Sejak Tahun 2023
Kematiannya murni karena gantung diri. Dugaan sementara, motif di balik aksi nekat ini adalah depresi.
“Pihak keluarga sudah ikhlas dan menolak dilakukan autopsi, sehingga kami serahkan jenazah untuk proses pemakaman,” tutup Kompol Kariana. (dir)
Editor : Wiwin Meliana