BALIEXPRESS.ID-Kepolisian Resor Kota (Polresta) Denpasar akhirnya buka suara terkait unggahan viral di media sosial yang mengungkap dugaan percobaan penculikan dan pelecehan terhadap anak di bawah umur di kawasan Lapangan Renon, Denpasar.
Baca Juga: Ditinggal Semprot Rumput, Motor Pria Seririt Raib Digondol Maling
Unggahan tersebut pertama kali dibagikan oleh akun Instagram @ajunggde, yang mengklaim bahwa adik perempuannya yang berusia 12 tahun nyaris menjadi korban aksi kejahatan tersebut saat berjualan minuman bersama ibunya pada Minggu pagi, 12 Oktober 2025, di momen car free day.
Kasus ini mendapat perhatian luas publik, termasuk dari tokoh publik sekaligus anggota DPD RI Bali, Niluh Djelantik.
Dalam unggahan ulangnya, Niluh menandai akun resmi Polresta Denpasar, yang kemudian memberikan tanggapan langsung di kolom komentar.
Baca Juga: Edisi Terbatas, Kolaborasi Unik Honda Scoopy dengan Kuromi
“Suksma informasinya mbok @niluhdjelantik. Hari ini korban dan ibunya akan melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Denpasar. Mohon doa dan dukungannya agar kasus tersebut cepat terungkap,” tulis akun @polrestadenpasar pada Selasa (14/10/2025).
Bahkan pihak Polresta Denpasar mengaku telah menerjunkan tim melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut.
Berdasarkan pengakuan keluarga korban di media sosial, peristiwa terjadi sekitar pukul 08.30–09.00 WITA. Seorang pria dewasa, diperkirakan berusia 35–40 tahun, bertubuh kurus, mengenakan b
aju hitam, tas selempang, dan topi, datang membeli sebotol minuman dari korban. Namun, pria tersebut tidak langsung membayar, melainkan meminta korban mengikutinya dengan dalih hendak mengambil uang.
Karena situasi ramai, korban menuruti permintaan pelaku tanpa curiga. Namun, saat tiba di area Monumen Bajra Sandi yang relatif sepi, pelaku diduga mengeluarkan gunting dan mengancam korban.
Ia juga diduga melakukan tindakan pelecehan seperti memaksa korban menjulurkan lidah, mengambil foto atau video, menyentuh bagian tubuh korban, dan akhirnya memotong rambut korban sebelum kabur sambil membawa potongan rambut tersebut.
Baca Juga: Cemburu Buta, Pria di Banyuasri Dianiaya Pacar Tetangga
Seorang saksi yang melintas menjadi penyelamat korban, yang langsung menangis histeris dan berhasil ditemukan oleh ibunya yang tengah mencari. Kasus ini sempat dilaporkan kepada petugas yang berjaga di lokasi, namun keluarga mengaku kecewa karena respons polisi saat itu dinilai tidak empatik.
Keluarga menyebut bahwa kejadian ini membuat korban sangat terguncang secara emosional. Untuk memulihkan penampilan fisiknya, korban bahkan harus dibawa ke salon untuk menyambung rambutnya yang dipotong pelaku. Namun trauma psikologis masih membekas.
Editor : Wiwin Meliana