Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Lapas Singaraja Lakukan Studi Tiru ke Lapas Tabanan, Mantapkan Langkah Menuju Zona Integritas WBK/WBBM

Dian Suryantini • Kamis, 16 Oktober 2025 | 15:42 WIB

Kunjungan Lapas Kelas IIB Singaraja ke Lapas Tabanan.
Kunjungan Lapas Kelas IIB Singaraja ke Lapas Tabanan.

 

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Upaya menuju tata kelola yang bersih, transparan, dan berintegritas terus digencarkan oleh jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Singaraja. Kali ini, langkah strategis diwujudkan melalui kegiatan studi tiru ke Lapas Kelas IIB Tabanan yang telah lebih dulu sukses meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

Dalam kunjungan tersebut, rombongan Lapas Singaraja menelusuri berbagai aspek yang menjadi kunci keberhasilan Lapas Tabanan dalam membangun Zona Integritas (ZI) menuju WBK dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Mulai dari penataan sarana dan prasarana layanan publik, penerapan inovasi digital, hingga strategi pembinaan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kalapas Singaraja, I Gusti Lanang Agus Cahyana Putra, menegaskan bahwa kegiatan studi tiru ini merupakan bagian dari komitmen Lapas Singaraja untuk terus belajar dan berbenah.

“Langkah ini kami ambil agar dapat menggali pengalaman dan strategi yang telah diterapkan di Lapas Tabanan. Kami ingin mendapatkan gambaran nyata tentang bagaimana menciptakan pelayanan publik yang profesional, transparan, dan berorientasi pada masyarakat,” ungkapnya, Kamis (16/10).

Baca Juga: Janji PLN Dibatasi hingga Jam 7 Malam, Warga Pemaron Masih Cemas

Ia menambahkan, semangat mewujudkan Zona Integritas tidak hanya berhenti pada pemenuhan administrasi atau dokumen semata, tetapi juga pada perubahan pola pikir dan budaya kerja seluruh jajaran petugas.

“Melalui kegiatan ini kami belajar bahwa membangun integritas harus dimulai dari niat bersama. Kami ingin menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari praktik korupsi serta memberikan pelayanan terbaik, baik kepada Warga Binaan maupun masyarakat umum,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, rombongan Lapas Singaraja juga berkesempatan melihat langsung berbagai program unggulan Lapas Tabanan yang telah terbukti efektif mendorong pelayanan prima. Mulai dari sistem layanan berbasis teknologi informasi, transparansi pengaduan masyarakat, hingga inovasi pembinaan keterampilan bagi WBP.

Sementara itu, Kalapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, secara terbuka berbagi pengalaman dan strategi yang membawa instansinya meraih predikat WBK. Ia memaparkan sejumlah faktor kunci keberhasilan, mulai dari dukungan anggaran yang memadai, komitmen pimpinan dan seluruh pegawai, hingga konsistensi dalam membangun budaya pelayanan.

“Kunci keberhasilan menuju WBK terletak pada sinergi dan konsistensi. Harus ada tim yang solid, semangat keluar dari zona nyaman, serta keterbukaan terhadap kritik dan pengaduan masyarakat sebagai dasar perbaikan berkelanjutan,” jelas Prawira.

Ia juga menjabarkan langkah-langkah sistematis yang harus ditempuh untuk meraih WBK/WBBM. Dimulai dari memahami secara mendalam Peraturan Menteri PANRB Nomor 52 Tahun 2014 tentang Pembangunan Zona Integritas, pembentukan tim kerja, penyusunan program dan peta perubahan, hingga tahap monitoring, evaluasi, serta tindak lanjut hasilnya. ***

Editor : Dian Suryantini
#zona integritas #zi #WBP #transparan #digital #lapas #singaraja #wbk