Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Jaga Ketat Pemakaman Korban Pembunuhan Songan, Polres Bangli Turunkan Ratusan Personel

I Made Mertawan • Sabtu, 18 Oktober 2025 | 13:19 WIB
TNI-Polri amankan pemakaman dua korban insiden Songan, Jumat (17/10/2025).
TNI-Polri amankan pemakaman dua korban insiden Songan, Jumat (17/10/2025).

BALIEXPRESS.ID- Dua korban pembunuhan, I Ketut Artawa dan Jero Sumadi, warga Banjar Tabu, Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Bangli, dimakamkan dengan pengawalan aparat keamanan pada Jumat (17/10/2025).

Pengamanan dilakukan untuk memastikan upacara berjalan aman serta mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, mengingat tersangka juga berasal dari banjar yang sama.

Kasi Humas Polres Bangli, Iptu I Ketut Gede Ratwijayaja, mengatakan sebanyak 150 personel gabungan dari Polres Bangli dan Kodim 1626/Bangli diterjunkan mengawal prosesi upacara.

Pengamanan dipimpin oleh Wakapolres Bangli Kompol Willa Jully Nendissa.

“Personel kami plot di sepanjang jalur dari rumah duka menuju setra, termasuk di sekitar rumah tersangka,” ujar Ratwijayaja.

Ratwijaya  menyebutkan bahwa pengamanan dilakukan secara menyeluruh agar situasi tetap kondusif di masyarakat.

Ratusan warga menghadiri upacara pemakaman yang dilaksanakan di Setra Songan.

Setelah pemakaman, petugas masih akan standby di Songan meski jumlahnya dikurangi.

Hal itu untuk mencegah kemungkinan munculnya gejolak pasca-penguburan.

Sementara itu disinggung terkait korban luka,  Wayan Ruslan, Ratwijaya menyampaikan bahwa  telah dipulangkan dari RSUD Bangli.

Namun, korban belum dapat dimintai keterangan karena masih dalam masa pemulihan dan suasana duka  "Nanti dijadwalkan pemeriksaan," tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur RSUD Bangli dr. I Dewa Gede Oka Darsana, Sp.An, juga menyampaikan bahwa Ruslan dipulangkan pada Rabu lalu.

Seperti diketahui, peristiwa berdarah itu terjadi di Banjar Tabu pada Minggu (12/10/2025) sekitar pukul 07.46 Wita. Dua korban tewas dan satu orang luka merupakan tiga bersaudara.

Begitu juga dengan ketiga tersangka juga bersaudara, yaitu I Ketut Arta alias Mangku Arta,29, Jro Wage,40, dan Mangku Bersi,33.

Sebelum terjadi perkelahian yang berujung korban jiwa, kedua pihak sempat tergabung dalam komunitas Jeep Tour Kintamani.

Dalam perjalanannya, terjadi perselisihan yang berujung pada perpecahan. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#pembunuhan #Kintamani #songan