Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Djarot Ingatkan Kader PDIP Bali Tak Lengah, Soroti Penurunan Kursi dan Masalah Lingkungan

Rika Riyanti • Sabtu, 18 Oktober 2025 | 21:35 WIB

KONFERDA: Konferda dan Konfercab PDIP se-Bali, Sabtu (18/10).
KONFERDA: Konferda dan Konfercab PDIP se-Bali, Sabtu (18/10).

 

 

BALIEXPRESS.ID - PDIP  masih menunjukkan dominasinya di Bali pada Pilkada 2024.

Dari sembilan kabupaten/kota, partai berlambang banteng moncong putih itu hanya mengalami kekalahan di Karangasem.

Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat, menegaskan bahwa capaian tersebut mencerminkan soliditas dan kekompakan kader di Pulau Dewata.

"Dari 9 kabupaten/kota, hanya satu kalah dan hanya Bali bisa seperti ini. Ini menandakan di Bali solid, kompak, semua kabupaten/kota pemenangnya adalah PDI Perjuangan. Semua ketua DPRD dari PDIP, gubernur kita menang," ujar Djarot saat membuka Konferda dan Konfercab PDIP se-Bali, Sabtu (18/10).

Baca Juga: Ahli Hukum Nilai Kepala Daerah Keliru Gunakan Surat Edaran untuk Beri Sanksi

Namun, Djarot menyampaikan pesan dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Hasto Kristiyanto agar kader PDIP di Bali tidak terlena dengan kemenangan tersebut.

Ia menekankan pentingnya tetap waspada terhadap dinamika politik yang terus berkembang.

"Bali dikenal sebagai kandang banteng, sampai sekarang masih kandang banteng, sulit dan tidak bisa dikalahkan," katanya.

Meski begitu, Djarot mengingatkan perlunya introspeksi.

Baca Juga: Mahasiswa KKN Institut Mpu Kuturan Ajak Warga Desa Selat Peduli Lingkungan Melalui Gerakan Pilah Sampah

Dari hasil evaluasi, terdapat dua kabupaten di Bali yang mengalami penurunan perolehan kursi DPRD.

"Mengapa turun? Ibu ketua berpesan agar melihat dimana kelemahannya, kenapa bisa kalah di Karangasem. Harus pelototi detail apa ada yang salah, kurang di sini," ujarnya.

Momentum Konferda dan Konfercab kali ini, lanjutnya, menjadi kesempatan bagi seluruh kader untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja politik lima tahun terakhir.

Selain soal konsolidasi partai, Djarot juga menyampaikan pesan khusus dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Hasto Kristiyanto mengenai kepedulian terhadap lingkungan.

DPP PDIP menyoroti bencana banjir bandang yang melanda Bali pada 10 September 2025.

Menurut Djarot, bencana tersebut tidak bisa semata-mata disalahkan pada faktor alam, melainkan akibat dari keserakahan manusia dalam mengalihfungsikan lahan tanpa memperhatikan keseimbangan lingkungan.

Baca Juga: BNI Raih Green Warrior Award 2025, Buktikan Komitmen Hijau Lewat Konservasi Mangrove

"Yang salah kita, yang kebanyakan dirasuki nafsu-nafsu serakah dengan mengalihfungsikan lahan. Tidak memperhatikan kearifan alam sehingga alam memberikan peringatan keras kepada kita," ujarnya.

Karena itu, ia menilai perlu adanya kebijakan politik yang berpihak pada kelestarian alam, seperti politik lingkungan hidup, politik tata ruang, dan politik pengelolaan sampah.

"Maka dari itu, seluruh kepala daerah, pimpinan DPRD dan anggota fraksi agar disiplin dan ketat, tidak boleh alih fungsikan lahan subur untuk hunian, perkantoran, hotel dan vila. Karena Bali misinya tetap bisa mempertahankan kedaulatan pangan dan kelestarian lingkungan," tegasnya.

Djarot juga mengingatkan bahwa Bali memiliki puluhan aliran sungai, termasuk Tukad Ayung yang merupakan sungai terpanjang di pulau itu.

Baca Juga: 8 Peserta Lolos Seleksi Rekam Jejak JPT Pratama Pemkab Tabanan, Ini Daftarnya!

Jika terjadi banjir, ia menilai hal itu menandakan adanya kerusakan ekosistem dari hulu hingga hilir.

Ia menutup dengan harapan agar tragedi yang disebutnya sebagai “September kelabu” tidak kembali terulang di masa mendatang melalui langkah-langkah konkret dan disiplin lingkungan dari seluruh kader partai di Bali.(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #Konferda #megawati soekarnoputri #pdip