Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Percasi Bali Gelar Kejuaraan Catur Junior, Nyoman Parta Dorong Catur Kembali Merakyat

I Dewa Gede Rastana • Minggu, 19 Oktober 2025 | 20:06 WIB
KEJUARAAN : Percasi Provinsi Bali menggelar Turnamen Catur Junior di Wantilan Pura Dalem Guwang, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Minggu (19/10/2025).
KEJUARAAN : Percasi Provinsi Bali menggelar Turnamen Catur Junior di Wantilan Pura Dalem Guwang, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Minggu (19/10/2025).

BALIEXPRESS.ID – Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Provinsi Bali menggelar Turnamen Catur Junior di Wantilan Pura Dalem Guwang, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Minggu (19/10/2025).

Kejuaraan ini diikuti ratusan peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Bali, mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA.

Kegiatan tersebut digelar sebagai ajang menjaring bibit-bibit muda potensial yang diharapkan dapat mengharumkan nama Bali di kancah nasional.

Anggota DPR RI sekaligus pembina Percasi Bali, I Nyoman Parta, S.H., mengatakan turnamen ini menjadi langkah awal menghidupkan kembali gairah olahraga catur di Pulau Dewata. Ia menilai, dalam beberapa tahun terakhir, minat masyarakat terhadap permainan catur mulai menurun.

“Saat ini hanya beberapa daerah yang aktif, seperti Denpasar, Badung, dan Buleleng. Sementara Bangli dan Jembrana vakum, Gianyar stagnan. Padahal dulu, catur sangat dekat dengan masyarakat, bisa dimainkan di bale banjar atau posko-posko,” ujar Parta. 

Politikus senior asal Desa Guwang ini berkomitmen mendorong catur kembali menjadi permainan rakyat. Menurutnya, catur memiliki manfaat besar bagi perkembangan anak, terutama dalam melatih kecerdasan, kesabaran, dan pengendalian emosi.

“Permainan catur mengajarkan konsentrasi dan strategi. Anak belajar berpikir tenang, sabar, dan mencari solusi dalam tekanan. Itu pelajaran hidup yang luar biasa,” ujarnya.

Ia menambahkan, di tengah meningkatnya ketergantungan anak-anak terhadap gawai (gadget), catur dapat menjadi alternatif kegiatan produktif yang menyehatkan pikiran dan emosi.

"Sekarang banyak anak cepat marah, emosional, karena terlalu sering bermain gadget. Catur bisa jadi solusi untuk melatih fokus dan pengendalian diri,” katanya.

Sementara itu, salah satu peserta, Yoga, pecatur junior asal Denpasar, mengaku senang dapat mengikuti turnamen ini. Ia berharap kegiatan serupa bisa lebih sering digelar di Bali.

“Turnamen seperti ini bagus untuk latihan dan menambah pengalaman. Saya jadi bisa belajar dari pemain lain dan meningkatkan kemampuan,” ujarnya.

Melalui ajang ini, Percasi Bali berharap dapat menemukan lebih banyak talenta muda yang nantinya bisa mengharumkan nama Bali di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus mengembalikan kejayaan olahraga catur sebagai bagian dari budaya intelektual masyarakat Bali. (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#gianyar #turnamen #percasi #Nyoman Parta #catur