Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Polsek Busungbiu Sambangi Sekolah, 18 Motor Pelajar Terjaring

Dian Suryantini • Kamis, 23 Oktober 2025 | 01:10 WIB

Razia knalpot brong di sekolah-sekolah di Kecamatan Busungbiu, Buleleng.
Razia knalpot brong di sekolah-sekolah di Kecamatan Busungbiu, Buleleng.

 

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Dalam operasi yang menyasar pelajar di sejumlah sekolah, petugas menemukan 18 sepeda motor dengan knalpot brong, alias knalpot bersuara bising yang selama ini jadi “trend” di kalangan remaja. Kendaraan-kendaraan itu langsung diamankan. Sebagian dibawa ke Mapolsek Busungbiu, sebagian lagi dititipkan di sekolah untuk proses pembinaan.

Bukan tanpa alasan polisi masuk ke lingkungan sekolah. Kegiatan ini merupakan langkah Polres Buleleng dalam menekan pelanggaran lalu lintas di kalangan pelajar—sebuah kelompok yang rawan jadi korban maupun pelaku kecelakaan.

“Ini perintah langsung Bapak Kapolres Buleleng kepada seluruh jajaran untuk menekan pelanggaran lalu lintas. Kami tidak ingin ada remaja yang jadi korban sia-sia hanya karena abai aturan,” ujar Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rasalin Diaz, Rabu (22/10).

Petugas yang turun ke sekolah tak sekadar melakukan razia. Mereka memeriksa spion, plat nomor, dan kelengkapan kendaraan, sekaligus memberikan pembinaan langsung kepada siswa. Pendekatannya bukan dengan nada tinggi, melainkan dengan edukasi. Polisi menjelaskan kenapa aturan itu penting, kenapa keselamatan tak bisa ditawar.

“Keselamatan di jalan dimulai dari disiplin diri. Kami ingin anak-anak ini paham, bukan takut,” tambah Iptu Yohana. 

Fenomena knalpot brong memang seperti “virus gaya” di kalangan pelajar. Suaranya nyaring, tapi kerap mengganggu kenyamanan warga dan berisiko memicu kecelakaan. Polisi menyebut, sebagian besar pengguna knalpot brong bahkan belum cukup umur untuk memiliki SIM. Artinya, pelanggaran berlapis pun bisa terjadi—tanpa disadari oleh para pelaku.

Baca Juga: 33 Klub Siap Bertarung di Liga PSSI Buleleng 2025

Menariknya, kegiatan ini sempat menuai sorotan di media sosial. Ada yang mengira polisi melakukan razia jalan raya di sekolah. Namun Iptu Yohana buru-buru meluruskan kabar itu.

“Ini bukan razia seperti di jalan. Kami tidak sedang mencari kesalahan, tapi mendidik. Pemeriksaan di sekolah fokus pada pelanggaran kasat mata dan pembinaan karakter. Jadi jangan khawatir, tujuannya bukan menakuti, tapi menyadarkan,” tegasnya.

Respons sekolah pun positif. Banyak guru menyambut baik kegiatan ini, bahkan ikut mendampingi saat petugas melakukan pemeriksaan kendaraan siswa. Beberapa pelajar yang kedapatan memakai knalpot brong tampak malu-malu ketika diminta mengganti knalpotnya dengan yang standar. Polres Buleleng memastikan kegiatan serupa akan berlanjut ke sekolah-sekolah lain. ***

Editor : Dian Suryantini
#Knalpot brong #lalu lintas #sekolah #pelajar #polres buleleng #busungbiu #razia