Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mahasiswa KKN IAHN Mpu Kuturan Kunjungi Vihara Samyag Darsana, Dapatkan Pelajaran Toleransi dan Moderasi Beragama

Putu Ayu Aprilia Aryani • Jumat, 24 Oktober 2025 | 16:38 WIB

Mahasiswa KKN IAHN Mpu Kuturan Kunjungi Vihara Samyag Darsana, Dapatkan Pelajaran Toleransi dan Moderasi Beragama
Mahasiswa KKN IAHN Mpu Kuturan Kunjungi Vihara Samyag Darsana, Dapatkan Pelajaran Toleransi dan Moderasi Beragama

BALIEXPRESS.ID-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja melakukan kunjungan ke Vihara Samyag Darsana di Desa Petandakan, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, pada Rabu, 22 Oktober 2025.

Baca Juga: Messi Perpanjang Kontrak di Inter Miami hingga 2028, David Beckham Ungkap Alasan La Puga

Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami nilai moderasi beragama dan hidup berdampingan dalam keberagaman keyakinan.

Ketua Vihara Samyag Darsana, I Ketut Sudala, menceritakan bahwa vihara yang berdiri sejak tahun 1978 ini memiliki sejarah panjang tentang perjalanan umat Buddha di Petandakan.

“Poin pertama sekali berdirinya Vihara Samyag Darsana ini karena adanya gejolak politik tahun 1971. Saat itu, orang-orang tua kami sering berkumpul dan menyanyikan geguritan atau mekakawin tentang ajaran Hindu-Buddha,” ujarnya.

Baca Juga: Sakit Hati Ditinggal Nikah, Wanita Ini Nekat Potong Alat Kelamin Kelamin Pacar

Sudala juga menambahkan bahwa perjalanan mendirikan vihara yang menjadi vihara tertua kedua di Kabupaten Buleleng ini tidaklah mudah.

“Awalnya kami menyewa lahan karena keluar dari desa adat, tapi kini vihara sudah tersertifikat dengan luas 17 are dan menjadi vihara tertua kedua di Buleleng setelah Brahma Vihara Arama,” jelasnya.

Ia juga menuturkan bahwa kehidupan umat Buddha di Petandakan berjalan harmonis dengan masyarakat sekitar.

“Kegiatan di desa ini sudah sangat bagus, kami membaur dengan masyarakat Hindu dalam berbagai kegiatan sosial seperti tujuh-belasan, senam, dan kegiatan lainnya,” katanya.

Salah satu mahasiswa KKN, Desak Made Della Deviantari, mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut memberikan pengalaman baru dalam memahami keberagaman.

Baca Juga: Pasamuhan Alit Kebudayaan Bali 2025, Seruan untuk Menjaga Tanah dan Jiwa Budaya di Tengah Gempuran Pariwisata

“Sebagai umat Hindu yang hidup berdampingan dengan kepercayaan lain, kunjungan ini mengajarkan kami tentang pentingnya menghargai perbedaan dan menjaga kebersamaan,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan agar semakin banyak generasi muda yang belajar tentang toleransi dan saling menghormati antarumat beragama.

“Semoga perbedaan keyakinan tidak menimbulkan jarak, melainkan mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN IAHN Mpu Kuturan tidak hanya belajar tentang praktik moderasi beragama, tetapi juga menemukan makna baru dari toleransi yang tumbuh dari kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Petandakan.

Editor : Wiwin Meliana
#toleransi #kkn #mpu kuturan