Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Jatuh Saat Petik Jamblang, Remaja di Gerokgak Meninggal Dunia

Dian Suryantini • Senin, 27 Oktober 2025 | 21:56 WIB

Remaja yang sedang memanjat pohon buah Jamblang di Gerokgak terjatuh dan meninggal dunia.
Remaja yang sedang memanjat pohon buah Jamblang di Gerokgak terjatuh dan meninggal dunia.

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Tragedi memilukan terjadi di wilayah Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali. Seorang remaja bernama WS, warga Desa Pejarakan, meninggal dunia setelah terjatuh dari pohon jamblang (juwet) di Desa Sumberkima, pada Sabtu sore. Peristiwa yang merenggut nyawa remaja 17 tahun itu terjadi pada Sabtu (25/10).

Kejadian bermula sekitar pukul 17.00 WITA, ketika korban bersama dua rekannya berencana pergi ke pantai. Sebelum berangkat, ketiganya sempat mencari buah juwet di sekitar kawasan Tegal Sari. Dalam suasana santai itu, korban memutuskan untuk memanjat sebuah pohon juwet yang tumbuh tak jauh dari jalan desa.

Namun, nasib nahas menimpanya. Saat sedang memetik buah, dahan yang menjadi pegangan korban tiba-tiba patah, membuat tubuhnya terhempas ke tanah bersama ranting-ranting pohon. WS jatuh dengan posisi tidak beruntung dan mengalami luka serius di beberapa bagian tubuh.

Menurut keterangan saksi, korban mengalami patah di kedua tangan dan luka berat di kepala, disertai keluarnya darah dari mulut dan hidung. Kedua temannya yang menyaksikan langsung insiden itu sontak panik dan segera meminta bantuan warga sekitar.

Baca Juga: Hujan Deras Guyur Buleleng, Dua Tembok Roboh dan Pohon Tumbang

Tak lama kemudian, warga membantu mengevakuasi korban ke Puskesmas Gerokgak II untuk mendapat pertolongan pertama. Karena kondisinya sangat kritis, korban langsung dirujuk ke RSUD Buleleng. Namun, setelah mendapat perawatan intensif, nyawanya tidak tertolong.

Kapolsek Gerokgak Kompol Made Derawi saat dikonfirmasi pada Senin (27/10) membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan, berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan saksi, peristiwa itu murni kecelakaan.

“Dari hasil olah TKP dan keterangan keluarga, kejadian ini murni musibah akibat terjatuh dari pohon juwet. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” ujar Kompol Derawi.

Jenazah WS kini telah disemayamkan di rumah duka. Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut dengan ikhlas dan menolak dilakukan otopsi.

Rencananya, keluarga akan melaksanakan upacara ngaben pada Rabu (29/10) di Setra Desa Adat Pejarakan. ***

Editor : Dian Suryantini
#Sumberkima #pantai #juwet #jamblang #gerokgak