BALIEXPRESS.ID– Perumda Sanjayaning Singasana Kabupaten Tabanan bersama Kejaksaan menjalin kerja sama untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi desa melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang melibatkan para perbekel se-Kecamatan Tabanan ini dilakukan di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Rabu (29/10).
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya mengatakan, kegiatan tersebut diinisiasi oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan sebagai mediator untuk mengawasi sekaligus mengawal kerja sama antara perusahaan daerah Kabupaten Tabanan dengan BUMDes di 133 desa yang ada di wilayah Tabanan.
Baca Juga: Badung Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lewat Ranperda Insentif Penanaman Modal dan APBD 2026
“Kerja sama antara Perumda Sanjayaning Singasana dan BUMDes nantinya akan dijalankan di berbagai sektor sesuai potensi masing-masing desa. Salah satu contohnya, adalah potensi di desa Jatiluwih yang terkenal sebagai penghasil beras,” jelasnya
Potensi ini dikatakan Sanjaya bisa menjadi salah satu obyek kerja sama antara Perumda dan BUMDes terkait pemanfaatannya sehingga bisa mengoptimalkan potensi desa masing-masing agar memiliki pasar yang jelas setelah panen.
“Ini salah satu Langkah konkret pemerintah daerah dalam pemanfaatan potensi desa, sehingga bisa menguasai pasar yang lebih luas. Selain itu, kami juga telah mempersiapkan Perumda Sanjayaning Singasana berbasis holding, sehingga bisa membawahi beberapa unit usaha,” tambahnya.
Baca Juga: BAMFES 2025 Resmi Diluncurkan: Gerakan Fashion dan UMKM Bali Menuju Panggung Global
Sementara itu, Direktur Umum Perumda Sanjayaning Singasana, Kompiang Gede Pasek Wedha, mengatakan pihaknya akan melakukan pemetaan potensi masing-masing desa agar bisa dikembangkan melalui kerja sama tersebut.
“Selain itu, kami juga akan melihat kebutuhan pasar, di mana nantinya Perumda akan menjadi perantara antara desa dan pasar,” katanya.
Menurutnya, kebutuhan pangan di Kabupaten Tabanan saat ini sangat tinggi, apalagi, pemerintah daerah sebelumnya telah menandatangani kerja sama untuk memasok bahan pangan ke wilayah Halmahera Timur.
Baca Juga: Driver Ojek Online Harap Kebijakan yang Adil dan Ekosistem Digital yang Seimbang
Selain itu pihaknya juga berencana memperluas kerja sama di bidang pangan ke daerah timur seperti Halmahera Tengah, Papua, bahkan Sulawesi. Karena disebutkannya kebutuhan beras di sana cukup tinggi, dan margin harganya tidak jauh berbeda dengan di Tabanan.
“Namun, kami masih menghitung pola pengiriman yang paling tepat. Kami berharap melalui kerja sama ini, seluruh potensi desa di Tabanan dapat dimanfaatkan dan dikelola secara optimal dengan sistem pemasaran yang lebih terarah,” harapnya. (gek)
Editor : Wiwin Meliana