Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mobil Keliling BPKPD Buleleng, Cara Baru ‘Menyusupkan’ Kesadaran Pajak ke Warga  

Dian Suryantini • Kamis, 30 Oktober 2025 | 18:11 WIB

 

Layanan mobil keliling pajak dari BPKPD Buleleng saat Car Free Day di Taman Kota Singaraja.
Layanan mobil keliling pajak dari BPKPD Buleleng saat Car Free Day di Taman Kota Singaraja.

 

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Dalam upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk taat pajak, Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Buleleng mulai menerapkan strategi komunikasi yang tak biasa. Mereka menyebutnya sebagai “teori propaganda pajak”—bukan dalam arti negatif, melainkan sebagai bentuk kampanye persuasif yang terus menggema di ruang publik.

Ida Bagus Perang Wibawa, Sekretaris BPKPD Buleleng, menjelaskan bahwa pihaknya sengaja menurunkan mobil keliling yang beroperasi di berbagai titik keramaian, khususnya di kawasan Car Free Day (CFD) Taman Kota Singaraja setiap akhir pekan. Mobil ini tak sekadar menjadi sarana sosialisasi, melainkan juga layanan pajak bergerak.

“Mobil keliling ini kami lengkapi dengan printer, komputer, dan berbagai perangkat pelayanan. Jadi, masyarakat bisa langsung membayar pajak di tempat, tanpa harus datang ke kantor. Setiap Minggu ada di Car Free Day dan setiap hari juga keliling,” ujar Perang Wibawa belum lama ini.

Ia menambahkan, pendekatan ini merupakan bagian dari strategi komunikasi yang berorientasi pada perubahan perilaku masyarakat. Melalui mobil keliling yang terus menyuarakan ajakan membayar pajak, BPKPD ingin “menyusup” ke kesadaran publik agar pajak tak lagi dianggap sekadar kewajiban, melainkan kebutuhan bersama untuk pembangunan daerah.

Baca Juga: Ratusan Ular ‘Diciduk’ Disdamkarmat Buleleng

“Kami ingin masyarakat tidak hanya tahu pentingnya pajak, tapi benar-benar sadar. Istilahnya, kami ingin menyekoki masyarakat agar sadar dan taat bayar pajak. Setiap hari disuarakan lewat mobil keliling, pastinya ada yang nyangkut walau sedikit,” kata Perang Wibawa sambil tersenyum.

Dalam praktiknya, mobil keliling ini menjadi wajah baru pelayanan publik yang lebih humanis dan interaktif. Di CFD misalnya, warga bisa berolahraga sambil mendapat edukasi pajak, bahkan langsung mengurus pembayaran di lokasi. Cara ini terbukti lebih efektif dibandingkan sosialisasi konvensional yang hanya mengandalkan baliho atau spanduk.

BPKPD Buleleng meyakini, perubahan perilaku membutuhkan dorongan yang konsisten. Karena itu, mereka memanfaatkan pendekatan audio—melalui pengeras suara yang terus memutar pesan ajakan membayar pajak—sebagai bentuk soft propaganda untuk memperkuat kesadaran masyarakat. ***

Editor : Dian Suryantini
#car free day #bpkpd buleleng #propaganda #pajak #mobil keliling