Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Akselerasi Infrastruktur, Bupati Adi Arnawa Tandatangani Perjanjian Pinjaman Daerah dengan PT. SMI

Putu Resa Kertawedangga • Jumat, 31 Oktober 2025 | 01:09 WIB

Bupati Wayan Adi Arnawa melakukan penandatanganan Perjanjian Pinjaman Daerah Pembangunan antara PT. SMI dengan Pemkab Badung, di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Kamis, (30/10).
Bupati Wayan Adi Arnawa melakukan penandatanganan Perjanjian Pinjaman Daerah Pembangunan antara PT. SMI dengan Pemkab Badung, di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Kamis, (30/10).
 

BALIEXPRESS.ID - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menandatangani Perjanjian Pinjaman Daerah Pembangunan Infrastruktur Jalan Kabupaten Badung antara PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) (Persero) dengan Pemkab Badung, bertempat di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Kamis, (30/10).

Hal ini untuk akselerasi pembangunan infrastruktur jalan guna mengurai kemacetan di kawasan Kuta Selatan dan Kuta Utara.

Bupati Adi Arnwa menyatakan, kondisi jalan di Kabupaten Badung menghadapi tantangan cukup besar, terutama terkait masalah kemacetan.

Baca Juga: Kecewakan Selingkuhan, Perempuan Asal Selbar Dihadiahi Delapan Tusukan

Hal ini pun dilaporkan kepada Gubernur Bali Wayan Koster, lantaran Pemkab Badung akan mengambil langkah cepat dalam penanganan.

“Karena kalau ini tidak segera diatasi, kita takut nanti tidak akan bisa mengejar, terutama harga-harga tanah yang ada di daerah-daerah pariwisata selatan. Oleh karena itulah, kami mencoba baik dari segi kemampuan fiskal, maupun tantangan kami ke depan. Kami putuskan untuk terkait dengan pembiayaannya ini melalui skenario pinjaman sebesar Rp 2,8 triliun dengan bunga 5,7 persen,” jelasnya

Bupati Adi Arnawa juga menyampaikan, pembebasan lahan dilaksanakan dalam anggaran tahun 2025.

Baca Juga: Terkendala Alat, Traffic Light Untung Surapati Karangasem Padam Dua Minggu

Kemudian di awal tahun 2026 langsung ke tahap konstruksi.

Pencairan dana pinjaman ini dilakukan secara bertahap dan Pemkab Badung akan membayar kewajiban enam bulan setelah penandatanganan perjanjian ini.

Terpilihnya PT. SMI ini sebagai debitur pun melalui pertimbangan-pertimbangan terutama terkait dengan suku bunga.

Baca Juga: Jenius Ajak Digital Savvy Siap Hadapi Dinamika Ekonomi Lewat Kelas Finansial

“Saya selaku kreditur melihat bahwa, suku bunga ini. Karena bagaimanapun juga semakin kita rendah mendapatkan suku bunga, tentu akan semakin rendah juga kewajiban kita. Oleh karena itulah, maka kami melihat PT. SMI ini adalah satu pilihan yang kelihatannya terkait dengan suku bunga ini masih bisa tawar menawar. Awalnya memang kami sempat ke PT. BPD, tapi pertimbangan PT. BPD tidak akan mungkin bisa sendiri. Kebetulan juga sekarang dengan kebijakan Bapak Presiden diberikan ruang daerah itu meminjam dana ke pusat. Untuk 2026 ini kita sudah memasang angka bahwa ini sekitar Rp 326 miliar untuk membayar kewajiban ini. Kita sudah sampaikan di dalam rancangan APBD 2026 di pembiayaan,” ungkapnya

Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap langkah dari Pemkab Badung dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur khususnya jalan di Kabupaten Badung ini.

“Pesatnya perkembangan pariwisata di Kabupaten Badung ini membawa permasalahan di Kabupaten Badung, seperti macet, sampah dan ketersediaan air bersih. Jika tidak dipercepat maka harga tanah setiap tahun akan semakin meningkat, ini akan membawa dampak besar kedepannya. Makin cepat dibangun makin bagus,” ujarnya.

Sementara Direktur Utama PT. SMI, Reynaldi Hermansjah, dalam sambutannya menyampaikan, merupakan kolaborasi strategis antara PT. SMI bersama Pemkab Badung dalam mempercepat pembangunan infrastruktur.

Khususnya infrastruktur jalan, untuk meningkatkan mobilitas masyarakat dan wisatawan.

“Kami berharap bahwa dana sebesar Rp 2,83 triliun ini yang nantinya akan dipakai untuk penanganan jalan pada 8 trase jalan serta konstruksi pada 9 trase  jalan,  yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Badung dan yang paling penting memperkuat konektivitas di kawasan pariwisata utama di Pulau Bali ini. Kami berharap bahwa pinjaman ini dapat menyelesaikan permasalahan prasarana untuk sejumlah titik strategis, seperti tadi yang telah disampaikan oleh Bapak Bupati, yaitu di ruas Simpang Semer, Kerobokan, dan Kuta Selatan, yaitu akses GWK dan Uluwatu,” paparnya. 

Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI Askolani, dalam sambutannya menyampaikan, Kementerian Keuangan RI sangat mendukung penuh inisiatif skema pinjaman dari Pemkab Badung.

Hal ini untuk dapat memperkuat ekonomi Badung, khususnya dari sisi infrastruktur dan pariwisata.

“Dari sisi suplai, Bapak Direksi SMI dalam hal ini bisa mensupport, sesuai ketentuan yang berlaku, bahwa kita punya PT SMI yang selama ini mendukung untuk pembiayaan pembangunan tambahan di semua Provinsi, Kabupaten/Kota. Tapi kemudian disini kita bisa melihat, dengan segala tantangan, Bapak Bupati bisa melakukan inisiatif daripada kegiatan ini. Tentunya akan menghasilkan pendapatan lebih, pariwisata lebih, dan pertumbuhan ekonomi lebih, dan kemudian juga penyerapan tenaga kerja di wilayah Badung ini. Jadi, kami dari Kementerian Keuangan sangat mendukung, dan mendukung penuh. Mudah-mudahan yang baik, dan juga semangat dalam kegiatan, bisa menghasilkan yang terbaik untuk Kabupaten Badung, dan juga Provinsi Bali, dan tentunya untuk Indonesia kita semua,” ucapnya. 

Turut hadir pada kesempatan ini Deputi Bidang Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian RI Ferry Irawan, Plh. Direktur Fasilitas Transfer dan Pembiayaan Utang Daerah, Ditjen Bina Keuangan Daerah, Kementerian Dalam Negeri RI Nasrun, Forkopimda Provinsi Bali dan Kabupaten Badung, Komisaris PT. SMI Didik Yustandi beserta jajaran, serta Kepala OPD di lingkungan Pemkab Badung dan Instansi Vertikal di lingkungan Pemkab Badung. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#pinjaman #bupati badung #Adi Arnawa