Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kebutuhan tinggi untuk ritual, Mahasiswa KKN Tanam Puluhan Pohon Kelapa

I Putu Mardika • Sabtu, 1 November 2025 | 21:40 WIB

Mahasiswa KKN Institut Mpu Kuturan di Desa Poh Bergong saat membagikan puluhan pohon kelapa untuk ditanam
Mahasiswa KKN Institut Mpu Kuturan di Desa Poh Bergong saat membagikan puluhan pohon kelapa untuk ditanam
BALIEXPRESS.ID- Kebutuhan akan kelapa dalam pelaksanaan upacara yadnya bagi umat Hindu di Bali tergolong tinggi. Hampir setiap prosesi keagamaan dan adat memerlukan kelapa dalam jumlah besar, baik untuk bahan banten, sarana upacara, maupun keperluan rumah tangga.

Menyadari hal itu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAHN Mpu Kuturan yang bertugas di Desa Poh Bergong, Kecamatan Buleleng, menggagas kegiatan penanaman bibit pohon kelapa sebagai solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan tersebut sekaligus mendukung program penghijauan desa.

Kegiatan penanaman dilaksanakan pada Sabtu (1/11) di beberapa titik strategis, seperti di sekitar Pura Desa Poh Bergong, Pura Dalem Bergong, Pura Dalem Poh, serta sejumlah area pinggir jalan desa.

Sebanyak 75 bibit pohon kelapa ditanam dalam kegiatan ini, yang melibatkan 27 mahasiswa KKN bersama masyarakat setempat.

Koordinator Desa (Koordes) KKN IAHN Mpu Kuturan di Desa Poh Bergong, Ni Luh Sajnyani Setia Dewi, menjelaskan bahwa pemilihan pohon kelapa bukan tanpa alasan.

Selain berfungsi ekologis, pohon kelapa memiliki manfaat ekonomis dan religius yang tinggi bagi masyarakat Bali.

 “Kami menyerahkan 75 bibit dengan total dana Rp1.400.000, terdiri atas Rp900.000 dari mahasiswa dan Rp500.000 dari dana desa,” ujarnya.

Dukungan penuh juga datang dari pemerintah desa. Perbekel Desa Poh Bergong, Wayan Wagia, menyambut positif inisiatif mahasiswa KKN tersebut.

Baca Juga: Kuasa Hukum Puri Belong Bantah Tudingan Pemalsuan Dokumen, Punya Dasar Putusan Perdata yang Inkracht

Menurutnya, kelapa adalah tanaman yang serbaguna dan sangat dibutuhkan dalam berbagai upacara agama Hindu.

“Pohon kelapa sangat bermanfaat, mulai dari batang, buah, hingga daunnya. Kebutuhan ini terus meningkat, terutama untuk kegiatan yadnya di desa,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan oleh Kelian Desa Poh Bergong, I Kadek Senimayura, yang menilai kegiatan ini sejalan dengan instruksi Gubernur Bali tentang pelestarian lingkungan dan perlindungan sumber air.

“Penanaman pohon kelapa ini juga bentuk dukungan terhadap instruksi gubernur untuk mencegah bencana banjir serta menjaga ekosistem sungai dan mata air. Kita sudah melaksanakan arahan tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya merawat pohon-pohon yang telah ditanam. “Melakukan sesuatu yang baik harus kita lanjutkan. Ke depan tugas kita adalah merawat pohon ini karena manfaatnya besar, terutama untuk kepentingan yadnya dan pelestarian lingkungan,” tambahnya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN IAHN Mpu Kuturan berharap masyarakat Desa Poh Bergong dapat terus menjaga lingkungan sekaligus memastikan ketersediaan bahan upacara yadnya tanpa harus bergantung pada pasokan dari luar desa.

Gerakan sederhana ini menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menciptakan keberlanjutan budaya dan ekologi di Bali. (dik)

 

Editor : I Putu Mardika
#bali #kelapa #mahasiswa #kkn #Institut Mpu Kuturan #tanam pohon #desa poh bergong #buleleng