Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Buleleng Genjot Infrastruktur dan Pendidikan di Pesisir Utara, Lovina Jadi Titik Awal

Dian Suryantini • Senin, 3 November 2025 | 23:13 WIB

Kunjungan kerja perdana Bupati dan wakil Bupati Buleleng dalam setahun pemerintahan yang menyasar kawasan wisata Lovina dan sekolah.
Kunjungan kerja perdana Bupati dan wakil Bupati Buleleng dalam setahun pemerintahan yang menyasar kawasan wisata Lovina dan sekolah.

 

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Pemerintah Kabupaten Buleleng menegaskan komitmennya mempercepat pembangunan infrastruktur dan peningkatan mutu pendidikan di kawasan pesisir utara. Dua sektor ini disebut menjadi prioritas utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat daya saing kawasan wisata Lovina.

Langkah ini dimulai dengan peninjauan dua proyek strategis oleh Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, bersama Wakil Bupati Gede Supriatna, pada Senin (3/11). Keduanya meninjau langsung pembangunan jembatan Tukad Angsangan serta SMP Negeri 8 Kalibukbuk, dua infrastruktur penting yang menopang aktivitas warga dan dunia pendidikan di jantung kawasan wisata Lovina.

Bupati Sutjidra menjelaskan, pembangunan jembatan Tukad Angsangan bukan sekadar proyek fisik, tetapi bagian dari upaya memperkuat konektivitas wilayah pesisir. Selama ini, jembatan tersebut kerap rusak dan rawan banjir ketika musim hujan, sehingga menghambat mobilitas warga dan wisatawan.

“Perbaikan dan peninggian jembatan ini penting agar akses masyarakat menuju kawasan pantai lebih aman dan nyaman. Sekaligus untuk mendukung pengembangan kawasan wisata Lovina,” ujarnya.

Baca Juga: Truk Fuso Hantam Honda Beat, Satu Tewas, Satu Luka-Luka

Ia menambahkan, jembatan ini nantinya akan menjadi akses utama menuju Pantai Binaria Lovina, yang tengah disiapkan sebagai kawasan wisata terintegrasi dengan fasilitas pendukung seperti area parkir dan toilet umum. Penataan kawasan ini dijadwalkan mulai dikerjakan tahun depan, bersamaan dengan rampungnya proyek jembatan.

“Kawasan Lovina akan terus dikembangkan secara berkelanjutan hingga ke arah barat, sampai ke Tasik Madu. Konsepnya berkelanjutan, menjaga lingkungan, dan tetap menonjolkan karakter wisata bahari Lovina,” jelas Sutjidra.

Tak hanya fokus pada infrastruktur, pemerintah daerah juga memprioritaskan sektor pendidikan sebagai pilar pembangunan manusia di kawasan wisata. Dalam kunjungan ke SMP Negeri 8 Kalibukbuk, Bupati Sutjidra menyoroti pentingnya penambahan ruang kelas baru untuk mengatasi keterbatasan sarana belajar bagi hampir 900 siswa di sekolah tersebut.

“Kami dorong agar SMP 8 menjadi sekolah rujukan karena posisinya strategis di kawasan wisata. Maka kualitas guru dan siswa juga harus meningkat, terutama dalam penguasaan bahasa Inggris,” katanya.

Menurut Sutjidra, kemampuan berbahasa asing menjadi kebutuhan mendesak bagi tenaga pendidik di kawasan pariwisata seperti Lovina. Oleh sebab itu, Pemkab Buleleng menyiapkan program peningkatan kompetensi guru bahasa Inggris yang akan diluncurkan dalam waktu dekat.

“Guru harus mampu berbahasa asing agar bisa menularkan ke siswa. Ini penting karena Lovina adalah wajah pariwisata Buleleng yang berinteraksi langsung dengan wisatawan mancanegara,” tegasnya. ***

Editor : Dian Suryantini
#jembatan #lovina #kalibukbuk #ekonomi #infrastruktur #pesisir #Tukad