Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

TKA Siswa SMA/SMK/SLB di Bali Berjalan Lancar, 77 Persen Sekolah Ikut Berpartisipasi

Rika Riyanti • Selasa, 4 November 2025 | 01:08 WIB

SISTEM BARU: Kepala Disdikpora Bali, KN Boy Jayawibawa, saat ditemui di Kantor DPRD Bali, Rabu (14/5).
SISTEM BARU: Kepala Disdikpora Bali, KN Boy Jayawibawa, saat ditemui di Kantor DPRD Bali, Rabu (14/5).

 

BALI EXPRESS – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA, SMK, dan SLB di Provinsi Bali pada hari pertama, Senin (3/11), berjalan lancar di seluruh kabupaten/kota.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, IKN Boy Jayawibawa.

“Pelaksanaan (tes kemampuan akademik, red) di Bali sejak tadi pagi sudah berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Boy, Senin (3/11).

Meski berjalan tanpa kendala berarti, Boy mengungkapkan bahwa partisipasi sekolah pada pelaksanaan TKA tahun ini mencapai 77,74 persen dari total 465 satuan pendidikan SMA/SMK/SLB di Bali.

Baca Juga: SPBU di Pemogan Diduga Langgar Sempadan Sungai, Pansus TRAP DPRD Bali Minta BWS Tindaklanjuti

Artinya, sebanyak 54 sekolah belum mendaftar untuk mengikuti TKA.

Dari total 65.221 siswa yang terdata, sebanyak 50.701 siswa mendaftar, sementara 14.520 siswa tidak mengikuti tes.

Peserta terbanyak berasal dari Kota Denpasar sebanyak 14.197 siswa, disusul Buleleng 10.566 siswa, Badung 9.625 siswa, dan Gianyar 8.434 siswa.

Boy menjelaskan, tidak semua siswa mengikuti TKA karena berbagai alasan.

Baca Juga: Mabuk! Kakak Ancam Adik dengan Pedang

“Sebab murid SMK yang sedang PKL memilih untuk tidak ikut TKA. Murid WNA, sedang sakit, dan murid yang tidak siap mengikuti ujian juga memilih tidak ikut TKA. TKA tidak diwajibkan, jadi murid bebas memilih untuk mengikuti atau tidak,” terangnya.

Boy menyebutkan, pelaksanaan TKA di Bali menggunakan dua moda, yakni daring dan semi daring.

Sebanyak 99,5 persen sekolah memilih menggunakan sistem daring atau online.

Untuk jenjang SMA/SMK, TKA mencakup tiga mata pelajaran wajib, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika.

Selain itu, siswa juga memilih dua mata pelajaran tambahan sesuai minat atau jurusannya, seperti Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Sosiologi, Geografi, Sejarah, dan bahasa asing.

“Khusus untuk SMK, ada pilihan mapel Produk Kreatif dan Kewirausahaan,” jelasnya.

Pelaksanaan TKA di Bali digelar selama dua hari, Senin (3/11) dan Selasa (4/11). Setiap harinya, ujian dibagi menjadi tiga sesi.

Baca Juga: Sidang Penembakan WNA Australia di Bali: Tujuh Saksi Beberkan Jejak Para Eksekutor Sebelum Tragedi

Pada hari pertama, sesi 1 dimulai pukul 07.30–10.00 Wita, sesi 2 pukul 10.30–13.00 Wita, dan sesi 3 pukul 14.00–16.30 Wita.

Sementara pada hari kedua, sesi 1 berlangsung pukul 07.30–09.40 Wita, sesi 2 pukul 10.10–12.20 Wita, dan sesi 3 pukul 13.30–15.40 Wita.

Jenis asesmen pada hari pertama meliputi latihan selama 10 menit, kemudian Bahasa Indonesia selama 45 menit, Matematika 50 menit, dan Bahasa Inggris 45 menit.

Adapun pada hari kedua, siswa mengerjakan latihan 10 menit, dilanjutkan mata pelajaran pilihan pertama selama 60 menit, dan mata pelajaran pilihan kedua 60 menit.

Baca Juga: Barong dan Rangda: Simbol Dualitas Kosmis dan Harmoni Adat-Agama dalam Tradisi Desa Adat Bali

Boy menegaskan, hasil TKA tidak digunakan sebagai syarat kelulusan siswa, melainkan sebagai bentuk validasi terhadap nilai rapor.

“Bukan sebagai syarat kelulusan, namun sebagai validasi nilai raport,” tegasnya.

Terkait informasi yang menyebut Bali berada di urutan ke-22 dalam data nasional TKA, Boy meluruskan bahwa angka tersebut bukan peringkat, melainkan urutan kode wilayah Provinsi Bali.

“Kami sudah cek ke pusat, urutan 22 bukan perangkingan, namun urutan nomor provinsi Bali urutan 22,” pungkasnya.(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #tka #slb #pendidikan