Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Klarifikasi, Info Menutup Pura di Jimbaran Menyesatkan, Ketua Pengempon Pastikan Bisa Dilewati Tronton

Rika Riyanti • Jumat, 7 November 2025 | 23:40 WIB

KLARIFIKASI: Ketua Pengempon Pura Nyoman Suparta Yasa memberikan klarifikasi atas info yang salah terkait penutupan Pura
KLARIFIKASI: Ketua Pengempon Pura Nyoman Suparta Yasa memberikan klarifikasi atas info yang salah terkait penutupan Pura
BALIEXPRESS.ID - Membahas pura atau rumah ibadah memang sensitif. Akan memicu polemik yang cukup berbahaya. Atas kondisi ini beberapa tokoh sebelumnya di Jimbaran sudah menanggapi gerakan Bendesa Adat Jimbaran dan beberapa warga, mengadukan masalah pura.

Pada intinya agar hati-hati, apalagi langkah Bendesa yang akan segera berakhir masa jabatannya itu, tanpa paruman. Dan akhirnya muncul sikap dari Pengempon Pura. Pada intinya info yang disampaikan itu sesat dan menyesatkan.

Ketua Pengempon Pura Dalem Batu Maguwung, Jimbaran, I Nyoman Saputra Yasa, memberikan klarifikasi. ”Kami perlu melakukan klarifikasi. Agar tidak memicu masalah, dan infonya menyesatkan,” jelas Saputra.

Lebih lanjut Saputra mengatakan, terkait informasi di media sosial yang menyebut akses menuju Pura Dalem Batu Maguwung ditutup oleh pihak PT Jimbaran Hijau. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan berpotensi menyesatkan masyarakat.

Menurut Saputra Yasa, hingga saat ini akses menuju Pura Dalem Batu Maguwung tetap diberikan oleh pihak PT Jimbaran Hijau selaku pemilik lahan di kawasan tersebut.

”Akses diberikan, bahkan seperti yang dilihat ini, saya juga sempat komen di satu postingan. Jangankan manusia, motor, mobil tronton bisa lewat. Jika mau sembahyang bebas lewat,” jelas Saputra.

Bahkan, perusahaan tersebut juga memberikan dukungan terhadap kegiatan keagamaan yang berlangsung di pura.

Termasuk setiap ada piodalan, dari PT Jimbaran Hijau memberikan bantuan dan kontribusi untuk upacara di Pura. Sehingga ia merasa tergugah untuk meluruskan.

Agar tidak nanti malah memicu polemik di Bali. Karena ini menyangkut Pura sangat sensitif. “Setiap kali ada upacara piodalan, mereka bahkan turut memberikan kontribusi dan bantuan,” ujar Saputra.

Ia menambahkan, bukan hanya Pura Dalem Batu Maguwung yang mendapatkan perhatian, tetapi juga pura-pura lain di wilayah Jimbaran.

Semua pura yang berada di kawasan tersebut tetap memiliki jalan akses yang dapat digunakan umat Hindu untuk melaksanakan persembahyangan. ”Bahkan kami tahu pura-pura lain di Jimbaran ada kontribusi dari PT Jimbaran Hijau,” imbuhnya.

Yang unik lagi, misalnya Pura Batu Merejeng yang masih dalam area Jimbaran Hijau, ada Hotel Raffles. Malah warga yang akan sembahyang sangat diistimewakan.

Warga yang akan sembahyang disiapkan buggy (mobil golf), nantinya pamedek yang akan sembahyang meletakkan motor di parkir, kemudian akan diantar ke pura, dan nanti diantar balik lagi ke parkir.

”Pura Batu Merejeng ini melewati area manajemen Hotel Raffles. Kita sangat diistimewakan, akses jalan ke Pura ada, bahkan saat piodalan, umat dari parkiran diantar menggunakan kendaraan buggy yang disediakan oleh manajemen. Saat upacara ngaturang idangan, 5 tahun sekali sangat didukung, suport dan dibantu oleh PT Jimbaran Hijau,” ungkapnya.

Pihaknya menyayangkan munculnya informasi tidak benar di media sosial yang menyebut adanya pelarangan dari pihak investor terhadap akses masuk ke areal pura. Ia menilai kabar tersebut berasal dari pihak yang tidak memahami kondisi di lapangan dan dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Informasi di media sosial yang mengatakan investor melarang akses ke pura tidak benar sama sekali. Kami harapkan masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh kabar yang tidak berdasar dan sebaiknya memastikan informasi terlebih dahulu kepada pihak terkait,” tegasnya.

Lebih lanjut, Saputra Yasa menyampaikan apresiasi kepada pihak PT Jimbaran Hijau atas kepedulian dan kontribusi yang selama ini diberikan terhadap kegiatan adat dan keagamaan di wilayah Jimbaran.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kontribusi PT Jimbaran Hijau, atas kontribusinya selama ini,” sambung Saputra.

“Hubungan kami dengan pihak perusahaan selama ini harmonis. Mereka tidak hanya memberikan akses, tetapi juga turut menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan pura,” imbuhnya.

Ia berharap masyarakat dapat menerima informasi yang benar dan tidak mudah percaya pada isu yang beredar tanpa dasar. Ia mengajak seluruh pihak untuk menjaga keharmonisan dan kerjasama yang sudah terjalin demi kelestarian nilai-nilai budaya dan spiritual di Jimbaran.

”Hati-hati menyampaikan info tentang pura. Ayo sama-sama menjaga keharmonisan, membangun kerjasama dengan nilai-nilai budaya,” pungkasnya.(ika)

Editor : I Putu Mardika
#ibadah #polemik #pengempon pura #pura #jimbaran