BALIEXPRESS.ID- Cuaca buruk yang terjadi sejak awal November lalu, tidak saja berpotensi membawa dampak pada kebencanaan di darat, namun juga kawasan pesisir.
Masyarakat pesisir selatan, Kabupaten Tabanan diingatkan agar waspada terhadap potensi banjir pesisir (rob) yang terjadi efek dari fase Perigee dan purnama pada 5 November yang dapat meningkatkan ketinggian air laut secara signifikan.
I Ketut Arsana Yasa, Ketua Paguyuban Nelayan Bali, dikonfirmasi Jumat (7/11/2025), menjelaskan untuk saat ini kondisi cuaca di perairan pesisir selatan Kabupaten Tabanan masih belum aman untuk aktivitas melaut.
“Berdasarkan prakiraan cuaca maritim BMKG, tinggi gelombang di perairan selatan Bali antara 2,5 meter hingga 4 meter. Sedangkan kecepatan angin diperkirakan maksimum mencapai 15 knot – 21 knot, ini masih rawan untuk melakukan aktivitas,” jelasnya.
Untuk itu, pihaknya meminta nelayan supaya menunda sementara aktivitas melaut, khususnya para nelayan yang ada di kawasan Pantai Yeh Gangga, Pangkung Tibah, dan Soka, yang langsung berhadapan dengan Samudera Hindia.
Selain menunda melaut, dia mengingatkan nelayan agar mengamankan perahu serta alat tangkap di darat untuk mengantisipasi dampak rob.
Air rob ini bisa sampai ke area bibir pantai atau jauh ke daratan tempat bersandar perahu.
“Kami minta nelayan menggunakan perahu dan tidak menaruh alat tangkap dekat bibir pantai,” imbuhnya.
Sementara itu, terkait antisipasi bencana karena dampak cuaca ekstrem di Kabupaten Tabanan, Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati mengatakan, pihaknya bersama unsur Forkopimda, BPBD, TNI, dinas terkait, serta relawan penanggulangan bencana telah melaksanakan apel gabungan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi musim hujan.
Berbagai kendaraan operasional seperti mobil patroli, ambulance, unit SAR, dan mobil derek juga telah siagakan untuk menghadapi kondisi darurat kebencanaan
“Kami menghimbau masyarakat untuk selalu melihat perkiraan cuaca, situasi jalan raya. Kami akan terus menyampaikan informasi cuaca terkini melalui kanal resmi media sosial yang dimiliki,” jelasnya. (*)
Editor : I Made Mertawan