Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Omzet Sanur Village Festival Capai Rp1 Miliar dalam Tiga Hari, Kunjungan Selama Tiga Hari Tembus 40 Ribu Orang

Rika Riyanti • Senin, 10 November 2025 | 20:56 WIB

PENUTUPAN: Penampilan Yovie & Nuno jadi salah satunguest star yang menutup rangkaian acara Sanur Village Festival ke-18, Minggu (9/11).
PENUTUPAN: Penampilan Yovie & Nuno jadi salah satunguest star yang menutup rangkaian acara Sanur Village Festival ke-18, Minggu (9/11).

 

 

BALIEXPRESS.ID — Pelaksanaan Sanur Village Festival (SVF) ke-18 yang berlangsung selama tiga hari tercatat sukses menarik sekitar 40 ribu pengunjung dengan total omzet mencapai Rp1 miliar.

Angka tersebut dihasilkan dari kegiatan ekonomi yang berlangsung selama festival yang digelar di kawasan Sanur.

Ketua Yayasan Pembangunan Sanur (YPS), Ida Bagus Gede Sidharta Putra atau yang akrab disapa Gusde, mengatakan bahwa konsep SVF tahun ini tetap menggabungkan berbagai unsur mulai dari budaya, sosial, hingga kuliner dan seni.

“Kita menggabungkan banyak hal. Kan enggak banyak konsep festival yang menggabungkan culture, sosial, budaya, dan juga beberapa tambahan-tambahan ini yang seperti kayak barista, lalu ada carving, ya itu antusias sekali,” ujarnya saat diwawancara pada hari terakhir pelaksanaan, Minggu (9/11).

Baca Juga: Ketua Gerindra Tabanan Nilai Budi Arie Tak Penuhi Syarat Moral untuk Bergabung

Meski lokasi penyelenggaraan kali ini lebih kecil dibanding tahun-tahun sebelumnya, antusiasme masyarakat tetap tinggi.

“Yang kita akomodir juga kayak makanan, UKM juga lebih sedikitlah. Mungkin sehari itu sekitar 10–15 ribu lah gitu ya, kalau kali tiga ya sekitar 40-an ribu kalau kita lihat,” sebutnya.

Gusde menuturkan, pengunjung SVF kali ini didominasi wisatawan domestik, namun sekitar 30 persen di antaranya merupakan wisatawan mancanegara.

“Kalau di sini campur, mungkin 30% turis ya, karena di sini sekitar sini kan ini daerah pariwisata sekali, lalu banyak ke vila-vila, sini banyak hotel-hotel,” katanya. 

Baca Juga: Bendesa Adat Kukuh I Gusti Ngurah Arta Wijaya: Menjaga Tradisi Unik Desa Adat Kukuh Untuk Tetap Lestari Di Tengah Modernisasi

Ia menambahkan, wisatawan asal Eropa menjadi yang terbanyak karena saat ini merupakan musim dingin di benua tersebut.

Tahun ini menjadi kali pertama SVF digeser ke bulan November, berbeda dari biasanya yang digelar pada Agustus atau Oktober.

Pergeseran jadwal ini, kata Gusde, merupakan strategi baru untuk menarik kunjungan wisatawan pada masa low season.

“Kalau dulu kita memberikan nilai tambah kepada tamu yang sedang menginap di peak season. Nah, sekarang kita coba untuk dalam low season bisa enggak dia narik tamu-tamu. Nah, ini baru pertama kali,” katanya.

Ia mengakui bahwa persiapan tahun ini cukup singkat, hanya sekitar dua minggu, sehingga ke depan perlu dilakukan perencanaan dan promosi yang lebih awal.

Meski begitu, dampak terhadap tingkat hunian hotel di kawasan Sanur cukup signifikan.

Baca Juga: Bank BPD Bali Mendukung Optimalisasi Pengelolaan Keuangan Daerah yang Efektif Melalui Percepatan Implementasi SIPD dan KKPD.

“Cukuplah ada signifikan dari market Belanda itu ya. Mereka banyak yang menanyakan Sunfest itu sebenarnya. Malah banyak yang bingung ini kok di tanggalnya berubah,” tuturnya.

Dari sisi okupansi, tingkat keterisian kamar selama penyelenggaraan festival meningkat menjadi sekitar 75 persen.

“Sekarang low season mungkin sekitar 65 sampai 70%. Mungkin naik sekitar 75-an lah seperti itu,” ujarnya.

Mengenai perputaran ekonomi selama festival, Gusde menyebutkan angka omzet sekitar Rp1 miliar.

“Kalau rata-rata yang full speed kita itu mungkin 5 hari ya itu sekitar Rp 2 M-an ya untuk langsung di sini ya. Nah, ini karena kita setengahnya mungkin sekitar ya setengahnya berarti ada sekitar Rp 1 M lah gitulah,” ungkapnya.

Baca Juga: BNI Dukung Ketahanan Pangan Nasional Lewat Partisipasi di Agrinex Expo 2025

Antusiasme masyarakat dan pelaku UMKM terhadap ajang tahunan ini juga disebut masih sangat tinggi.

“Kalau Sanfest itu begitu kita launching akan ada itu tenant-nya langsung habis. Langsung habis mereka berebutan kadang-kadang. Jadi kemanfaatan ya dengan selling yang ada dengan crowd yang kita datangkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, SVF tetap menjadi salah satu benchmark event komunitas di Bali yang memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Makanya kayaknya kita harus jalankan terus ini sehingga apa kemanfaatan guna dusun tentang apa untuk kepariwisataan, untuk ekonomi kreatif, untuk apa solidaritas ya apa namanya nikmati tempat ini dengan keluarga, dengan teman itu itu cukup tinggi,” katanya.

Adapun band terkenal Yovie & Nuno menutup pagelaran tahunan Sanur Village Festival ini dengan meriah.

Untuk pelaksanaan tahun depan, YPS masih menyiapkan tema dengan menyesuaikan fenomena sosial yang terjadi.

“Biasanya tema itu kita lihat fenomena dari sosial. Kalau yang kemarin kan kita ngambil Asta Brata Swari, delapan sifat kepemimpinan karena berhubungan dengan pemilihan presiden. Dan tahun ini kita mengemba guna dusun. Mudah-mudahan nanti untuk tahun depan itu awal-awal tahun kita sudah launching,” pungkasnya.(***)

Editor : Rika Riyanti
#wisatawan #Guna Dusun #yovie & Nuno #Sanur Village Festival