Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Cuaca Ekstrem, DLH Bangli Terbentur Fasilitas Minim untuk Pangkas Pohon Berisiko

I Made Mertawan • Rabu, 12 November 2025 | 16:10 WIB
Pohon perindang di timur Alun-Alun Bangli.
Pohon perindang di timur Alun-Alun Bangli.

BALIEXPRESS.ID- Sejak beberapa hari terakhir, sejumlah wilayah di Kabupaten Bangli diguyur hujan.

Kondisi cuaca ini meningkatkan potensi terjadinya bencana, salah satunya pohon tumbang yang dapat mengancam keselamatan dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Menyikapi hal tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangli melakukan langkah antisipasi.

Dinas setempat memangkas pohon secara rutin. Upaya ini difokuskan pada pohon-pohon yang dinilai berisiko mengganggu fasilitas umum, terutama di jalur utama lalu lintas.

Kepala DLH Bangli, I Putu Ganda Wijaya, mengatakan bahwa permintaan masyarakat untuk pemangkasan pohon cukup banyak.

Oleh karena itu, pihaknya menerapkan skala prioritas agar penanganan bisa dilakukan secara efektif sesuai tingkat risiko.

Ganda Wijaya mengakui bahwa banyaknya permohonan belum sebanding dengan ketersediaan sarana dan prasarana yang dimiliki dinas.

Saat ini, DLH hanya memiliki satu unit mobil khusus pemangkasan. Itu pun hanya mampu menjangkau pohon dengan ketinggian maksimal tujuh meter.

Adapun jalur yang menjadi prioritas penataan meliputi jalur utama dari perbatasan Bangli–Gianyar, wilayah Desa Bunutin hingga kawasan Kota Bangli.

Di Kecamatan Tembuku, fokus penanganan berada di jalur utama kecamatan wilayah Desa Jehem, sedangkan di Kecamatan Kintamani, jalur Penelokan menjadi prioritas utama.

Untuk wilayah Kecamatan Susut, pemangkasan difokuskan pada jalur menuju Sekardadi.

Selain itu, dinas menyasar beberapa desa dengan pohon-pohon rindang yang berisiko tumbang.

Upaya ini diharapkan dapat meminimalkan potensi bencana saat cuaca ekstrem berlangsung.

Dalam pelaksanaan pemangkasan, DLH Bangli juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai OPD yang menangani kebencanaan.

Selain itu, koordinasi dilakukan dengan pihak PLN terkait keberadaan kabel listrik yang melintang di antara pepohonan agar proses penataan berjalan aman dan lancar.

Kepala Pelaksana BPBD dan Damkar Bangli I Wayan Wardana sebelumnya mengungkapkan bahwa berdasarkan rilis resmi dari BMKG, saat ini telah memasuki periode rawan bencana hidrometeorologi. 

Puncaknya diprediksi terjadi pada Januari sampai Februari. Berkaitan dengan itu, pihaknya telah menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC). (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#cuaca ektrem #bangli #pohon perindang