Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kasus PMI Asal Bangli Hilang Kontak di Malaysia, Suami Laporkan ke BP2MI dan Dinas Tenaga Kerja, Apa Hasilnya?

I Made Mertawan • Kamis, 13 November 2025 | 19:03 WIB
Komang Kariawan menceritakan kisah istrinya berangkat ke Malaysia.
Komang Kariawan menceritakan kisah istrinya berangkat ke Malaysia.

 

BALIEXPRESS.ID – Kasus Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bangli Ni Luh Tina Yanti, 37, yang kehilangan kontak membuat keluarganya khawatir. Tina telah tak bisa dihubungi keluarganya sejak awal Agustus 2025.

Ia berangkat ke Malaysia pada Maret 2025 untuk bekerja di sebuah spa, namun keberangkatannya diduga tidak melalui prosedur resmi.

Suaminya, Komang Kariawan,40, mengaku sudah berupaya mencari kabar sang istri ke berbagai instansi, mulai dari BP2MI Denpasar, Dinas Tenaga Kerja Bangli, namun hingga kini belum ada kabar.

Kariawan juga sudah melapor ke Polres Bangli termasuk berencana ke Polda Bali.

“Saya hanya ingin tahu nasib istri saya,” ujar Kariawan ditemui di rumahnya di Banjar Kawan, Kelurahan Kawan, Bangli, Rabu (12/11/2025).

Menurut Kariawan, istrinya bukan satu-satunya korban. Ada tiga orang lain yang diberangkatkan oleh perekrut yang sama dan bekerja di tempat yang sama di Malaysia.

Dua rekan Tina sama-sama berasal dari Bangli, dan satu lagi dari Nusa Penida, Klungkung.

“Semuanya sekarang tidak bisa dihubungi oleh keluargnya,” ungkap Kariawan.

Sebelum berangkat ke Malaysia, Tina bekerja di sebuah spa di Ubud, Gianyar. Ia kemudian diajak oleh seorang perempuan satu banjar yang menjanjikan pekerjaan dengan gaji lebih tinggi di Malaysia.

Meski sempat ragu karena keberangkatan dilakukan secara non-prosedural, Kariawan akhirnya mengizinkan lantaran perekrut meyakinkan bahwa keberangkatan itu aman.

Tina berangkat hanya berbekal paspor, dengan janji surat kerja akan diurus setelah tiba di Malaysia.

Beberapa bulan pertama, komunikasi antara Tina dan keluarganya berjalan lancar.

Ia rutin menelpon anak-anaknya setelah bekerja. Namun pada 5 Agustus 2025 malam, komunikasi tiba-tiba terputus.

“Terakhir nelpon sekitar jam 11 malam. Katanya ada pekerjaan jam 12 sampai jam 1. Setelah itu saya coba hubungi lagi, tapi sudah tidak bisa. WA-nya cuma centang satu sampai sekarang,” tutur Kariawan lirih.

Tiga hari kemudian, Kariawan mendapat kabar dari perekrut bahwa istrinya ditahan oleh pihak Imigrasi Malaysia karena tidak memiliki dokumen kerja resmi.

Namun hingga kini, si perekrut ini tidak ada kejelasan mengenai kondisi istrinya.

“Katanya cuma ditahan seminggu, nanti dilepas. Tapi sampai sekarang tidak ada kabar,” ujarnya dengan nada khawatir. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#Pekerja Spa #bangli #pmi