BALIEXPRESS.ID — Bank BPD Bali kembali menorehkan capaian kinerja impresif hingga Oktober 2025.
Seluruh indikator utama menunjukkan performa di atas target, menandakan efektivitas strategi bisnis yang diterapkan dan semakin memperkuat peran bank daerah ini dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Bali yang berkelanjutan.
Aset Bank BPD Bali tercatat mencapai Rp42,4 triliun, melampaui target sebesar Rp41,10 triliun atau mencapai 103,13%, dengan pertumbuhan tahunan (YoY) sebesar 6,60% dibandingkan Oktober 2024 yang sebesar Rp39,76 triliun.
Baca Juga: Wabup Ipat Terima Pataka dan Surat Sakti I Gusti Ngurah Rai di Jembrana
Kinerja positif ini didorong oleh fungsi intermediasi yang solid, di mana penyaluran kredit berhasil menembus Rp24,76 triliun, melebihi target Rp24,64 triliun atau 100,50%, dan tumbuh 9,33% dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari total kredit tersebut, Rp12,59 triliun atau 50,85% disalurkan untuk sektor UMKM melalui berbagai produk seperti KUR, Kredit Usaha Alsintan (KUA), Sidi Kumbara, dan program kredit lainnya yang mendukung pemberdayaan masyarakat.
Dari sisi pendanaan, kepercayaan publik terhadap Bank BPD Bali tetap terjaga. Dana Pihak Ketiga (DPK) berhasil dihimpun hingga Rp35,42 triliun, melampaui target Rp33,73 triliun dengan pertumbuhan 4,80% (YoY) dibandingkan Oktober 2024 sebesar Rp33,79 triliun.
Baca Juga: Sukseskan Honda Classic Paradise 2025, Bupati Kembang: Kreativitas Jalan, Cara Tertib
Rasio CASA (dana murah) yang mencapai 65,05% turut memperlihatkan efisiensi struktur pendanaan bank ini.
Rasio keuangan juga berada pada level sehat. Hingga Oktober 2025, KPMM mencapai 28,6%, ROA 3,73%, ROE 24,88%, NIM 6,37%, dan BOPO 60,21%, menunjukkan efisiensi yang tetap terjaga.
Sementara itu, LDR tercatat di angka 69,88%, dengan NPL Gross hanya 0,83%, jauh di bawah batas ketentuan perbankan nasional.
Bank BPD Bali juga mencatatkan laba sebesar Rp998,7 miliar, meningkat 23,35% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian ini didukung oleh kekuatan permodalan dengan total modal disetor dan modal inti mencapai Rp5,29 triliun.
Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, S.H., M.H., menyampaikan bahwa capaian positif tersebut tidak lepas dari dukungan pemegang saham, pertumbuhan bisnis yang sehat, serta efisiensi operasional yang terus diperkuat.
Baca Juga: Sasar Kos-Kosan, BNNK Gianyar Lakukan Operasi Terpadu Tekan Peredaran Narkoba
“Pencapaian kinerja yang dicapai per Oktober 2025 ini merupakan buah dari dukungan penuh Pemegang Saham, pertumbuhan bisnis, perbaikan kualitas aset, struktur pendanaan yang baik, efisiensi operasional serta berbagai inovasi produk dan layanan yang relevan dengan kebutuhan nasabah,” ujar Sudharma dalam temu media di Denpasar, Rabu (12/11).
Ia menegaskan bahwa kinerja keuangan perusahaan selalu berjalan beriringan dengan komitmen terhadap inklusi keuangan dan pembangunan daerah.
“Memasuki bulan Oktober, kami fokus pada perayaan puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Nasional dengan menggelar Expo BIK 2025 yang diselenggarakan di Living World Denpasar dan SimPel Championship Bank BPD Bali berbasis LMSKU Jenjang SMP Se-Provinsi Bali yang berlokasi di Kampus ISI Bali. Ini bukan hanya perayaan, tetapi wadah edukasi literasi yang melibatkan para siswa SMK dan UMKM, sebagai upaya kolaborasi penguatan ekosistem ekonomi dan menjadi salah satu program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD),” jelasnya.
Sudharma juga mengungkapkan bahwa komitmen Bank BPD Bali terhadap sektor berkelanjutan terus diperkuat, sejalan dengan visinya menjadi bank yang kuat, terkemuka, dan berdaya saing tinggi.
“Komitmen kami terhadap UMKM dan pembangunan berkelanjutan di Bali kembali mendapat apresiasi. Kami baru saja menerima apresiasi dari Bank Indonesia Perwakilan Bali pada Bali Green Economy Forum, atas keberhasilan menyalurkan kredit kepada pelaku UMKM senilai Rp12,55 triliun. Lebih membanggakan lagi, dua debitur binaan kami dinobatkan sebagai UMKM berprestasi ekspor di sektor coklat/kakao,” kata Sudharma.
Ia menambahkan, fokus pada pembiayaan ekonomi hijau menjadi arah strategis Bank BPD Bali ke depan.
Baca Juga: Wabup Tjok Surya Buka Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan Desa di Klungkung
“Penerapan ekonomi hijau kini menjadi fokus utama kami. Kami mendapat insentif Giro Wajib Minimum (GWM) dari BI khusus untuk ekonomi hijau, yang memungkinkan kami memanfaatkannya kembali untuk pembiayaan kepada UMKM dengan suku bunga yang lebih rendah. Kami menegaskan, sektor UMKM akan tetap menjadi motor penggerak ekonomi Bali. Kami menargetkan proporsi pembiayaan bagi UMKM terus dijaga di atas 50 persen dari total kredit kami,” tutupnya.(***)
Editor : Rika Riyanti