Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Buleleng Mantapkan Langkah Menuju Nol Stunting

Dian Suryantini • Kamis, 13 November 2025 | 19:26 WIB

Kegiatan posyandu di Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng
Kegiatan posyandu di Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng

 

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Salah satu langkah yang kini tengah dilakukan Pemerintah Kabupaten Buleleng adalah pemeriksaan stunting secara serentak di seluruh posyandu se-Kabupaten Buleleng.

Kegiatan yang berlangsung selama dua minggu ini melibatkan seluruh tenaga kesehatan dan kader posyandu di tiap kecamatan. Tujuannya untuk memperoleh data yang lebih valid, akurat, dan terintegrasi, sehingga dapat menjadi dasar perencanaan kebijakan penurunan stunting yang tepat sasaran.

Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, saat melakukan pemantauan di Kelurahan Banyuasri dan Kelurahan Banjar Bali, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya sinkronisasi data antara pemerintah daerah dengan data nasional dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Kami melaksanakan pemeriksaan selama dua minggu untuk mensinkronkan atau mendapatkan data yang valid terkait jumlah dan persentase stunting di Kabupaten Buleleng. Ini penting karena ada sedikit perbedaan antara data yang kami peroleh di lapangan dengan data dari pusat,” jelasnya, Kamis (13/11).

Menurut Wabup Supriatna, pemeriksaan serentak ini menjadi langkah penting untuk menyelaraskan data dari berbagai sumber. Ia menjelaskan bahwa selama ini terdapat perbedaan antara data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dari Kemenkes dengan data hasil pemantauan daerah melalui MBBGF (Monitoring Berbasis Balita Gizi dan Fisik) yang dikumpulkan langsung oleh kader posyandu.

“Ada sedikit perbedaan antara data dari pusat dan data yang kami kumpulkan di lapangan. Karena itu, kegiatan ini sangat penting agar kita memiliki satu data yang valid dan bisa dijadikan dasar dalam upaya menurunkan angka stunting di Buleleng,” ujarnya menambahkan.

Pemeriksaan ini tidak hanya menyasar wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau seluruh kecamatan di Buleleng, termasuk daerah-daerah yang sudah lebih dulu aktif melakukan pemantauan seperti Kecamatan Sawan dan Kecamatan Sukasada. Seluruh posyandu di delapan kecamatan digerakkan secara serentak, dengan dukungan penuh dari tenaga kesehatan, bidan desa, dan masyarakat.

“Kita lakukan pemeriksaan serentak di seluruh wilayah Kabupaten Buleleng, tidak hanya di Kecamatan Buleleng. Semua posyandu bergerak bersama, karena upaya menurunkan stunting adalah tanggung jawab kita semua,” tegas Supriatna.

Selain melakukan pengukuran tinggi dan berat badan balita, kegiatan ini juga menjadi momentum edukasi bagi para orang tua untuk memahami pentingnya gizi seimbang, pemberian ASI eksklusif, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin. Dengan data yang terhimpun secara akurat, pemerintah daerah dapat menyusun strategi intervensi yang lebih tepat, baik dalam hal bantuan gizi, kesehatan ibu dan anak, maupun peningkatan kualitas sanitasi lingkungan.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen besar Pemkab Buleleng untuk mempercepat penurunan stunting secara terukur. Pemerintah berharap kegiatan serentak ini mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mewujudkan generasi Buleleng yang sehat, kuat, dan unggul.

“Kami ingin memastikan setiap anak di Buleleng tumbuh sehat dan mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang. Ini bukan hanya soal angka, tapi soal masa depan generasi kita,” tutup Wabup Supriatna. ***

Editor : Dian Suryantini
#kemenkes #stunting #Dua minggu #buleleng