BALIEXPRESS.ID — Bagaimana memastikan bisnis keluarga bisa bertahan lintas generasi menjadi perhatian utama dalam acara Sharing Moment of Partnership and Trust – The Next Chapter of Business yang digelar PT BPR Bank Kertiawan di Kuta, Badung, Jumat (14/11).
Tiga narasumber hadir berbagi pengalaman dan sudut pandang, yakni motivational speaker Helmy Yahya, Owner Kutus-Kutus dan Djugo Fazli Hasniel Sugiarto, serta Owner BPR Bank Kertiawan Kertiawan Agus Adi Putra.
Topik besar yang diangkat adalah tantangan alih generasi bisnis—isu yang kian relevan di tengah perubahan zaman dan perbedaan pola pikir antara generasi pendiri dengan generasi penerus.
Di hadapan ratusan peserta, Helmy Yahya menggarisbawahi bahwa banyak bisnis keluarga tidak mampu bertahan hingga generasi ketiga.
Baca Juga: Menjelang Hari Raya, Populasi Babi di Bali Capai 600 Ribu Ekor
Ia menyebutkan data yang menunjukkan penurunan drastis keberlangsungan bisnis lintas generasi.
“Ada tren sekarang kan dunia itu sudah berubah. Bisnis sudah berubah dan terjadi peralihan. Kenapa anak-anak tidak mau melanjutkan bisnis orang tuanya? Padahal orang tuanya tuh semua orang tua kepengin agar bisnisnya yang dibangun susah payah itu diteruskan oleh ahli warisnya. Kenapa banyak sekali gagal? Ada yang mengatakan (rumus) 130 10 3,” ujarnya.
“Dari generasi pertama ke generasi kedua itu yang bertahan tinggal 30%. Dari dua ke tiga 10%, setelahnya itu 3%-an,” imbuhnya.
Menurutnya, salah satu kunci utama alih generasi adalah komunikasi antar generasi yang sangat berbeda cara berpikirnya.
Baca Juga: Tawarkan Kenyamanan, The Suaka Baliaga Cocok Jadi Lokasi Shooting
“Mindset antara generasi itu sudah berbeda. Saya akan bongkar semuanya hari ini supaya ini kita ke depan bisa melanjutkan bisnis,” katanya.
Helmy juga menyoroti bahwa banyak anak lebih memilih membangun bisnis baru karena perkembangan teknologi yang sangat cepat.
“Kadang-kadang banyak anak yang justru membuat bisnis-bisnis baru... sekarang sangat digital, bisnis yang ada AI-nya,” jelasnya.
Ia bahkan menuturkan sedang bersiap meluncurkan akademi AI untuk membantu anak muda Indonesia memproduksi konten video berbasis kecerdasan buatan.
“Menurut saya ke depan... lebih banyak storytelling. Dan cara bercerita yang paling baik sekarang adalah menggunakan video, (seperti) menggunakan TikTok,” ungkapnya.
Baca Juga: BKSDA Bali dan Pemkab Bangli Ngaturang Guru Piduka di TWA Penelokan Kintamani
Helmy menegaskan bahwa BPR memiliki kekuatan lokalitas yang harus terus dijaga.
“BPR itu menduduki punya kelebihan yang sangat luar biasa. Ada kelebihan-kelebihan yang harus kita pertahankan ini kan mengangkat kelokalan,” katanya.
Direktur Utama PT BPR Bank Kertiawan, Emic Dwi Setyawati G.S., SE., MBA., mengatakan acara tahunan ini digelar untuk memperkuat hubungan BPR dengan para nasabah utama mereka.
“Hari ini kami menggelar pertemuan gathering dengan para nasabah Naratama, mendatangkan narasumber Pak Helmy Yahya. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang kami adakan untuk memperkuat silaturahmi ya partnership PT BPR Bank Kertiawan dengan para nasabah yang ada,” ujarnya.
Baca Juga: Menjelang Hari Raya, Populasi Babi di Bali Capai 600 Ribu Ekor
Sekitar 200 nasabah dari seluruh cabang hadir dalam kegiatan yang juga memuat peluncuran produk mobile banking baru bernama Melodi.
Terkait tema bisnis lintas generasi, Emic menyampaikan bahwa fenomena penurunan keberlanjutan bisnis dari generasi pertama ke generasi kedua juga menjadi perhatian perbankan.
“Untuk saat ini kemungkinan 85% keberhasilan dari suatu bisnis itu dipegang oleh generasi pertama, kemudian akan menurun di generasi kedua. Nah, bagaimana kita mempersiapkan diri untuk memindahkan tanggung jawab perusahaan atau bisnis itu kepada generasi kedua? Ini lah yang ingin kita angkat bersama-sama dengan para nasabah,” jelasnya.
Ia berharap edukasi dan kolaborasi dapat membantu nasabah BPR menghadapi tantangan tersebut agar bisnis mereka dapat berlanjut hingga generasi berikutnya.
Meski menghadapi banyak tantangan seperti persaingan dengan LPD, koperasi, serta distribusi dana besar di Himbara, Emic optimistis.
Baca Juga: Jaga Situasi Kondusif dan Aman, Desa Temesi Sidak Duktang
“Kami yakin dengan kolaborasi dan inovasi PT BPR Bank Kertiawan ini bisa tumbuh berkelanjutan dan sustainable,” tutupnya.(***)
Editor : Rika Riyanti