Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Partisipasi Bali di Inacraft 2026 Minim, Asephi Minta Pemda Kembali Fasilitasi UMKM

Rika Riyanti • Sabtu, 15 November 2025 | 22:45 WIB
MINIM: Sosialisasi dan pengundian stand Inacraft 2026 di Denpasar, Sabtu (15/11)
MINIM: Sosialisasi dan pengundian stand Inacraft 2026 di Denpasar, Sabtu (15/11)

 

 

BALIEXPRESS.ID – Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) Bali mulai melakukan pembagian stand untuk pameran INACRAFT 2026 yang akan digelar pada 4–8 Februari di Jakarta.

Ketua Asephi Bali, Ketut Dharma Siadja, menyayangkan minimnya dukungan pemerintah daerah untuk mengirim UMKM ke pameran kerajinan terbesar di Indonesia tersebut.

“Hari ini ASEPHI Bali mengadakan pembagian stand untuk INACRAFT 2026 yang akan diadakan di Jakarta pada tanggal 4 sampai 8 Februari. INACRAFT itu merupakan pameran yang paling besar se-Indonesia. Dan yang paling ramai juga, paling banyak peminatnya,” ujar Dharma Siadja, diwawancarai di Denpasar, Sabtu (15/11).

Pada gelaran tahun depan, tersedia 964 stan, dengan Bali mengirim 32 UMKM, sebagian besar peserta individual.

Ia menyebut hanya Kabupaten Badung yang telah mengonfirmasi keikutsertaan melalui dinas terkait.

“Dari dinas itu hanya ada empat ya? Dari Kabupaten Badung saja. Itu saja yang dari Badung. Ini sebagian besar adalah individu yang ikut,” katanya.

Padahal sebelum pandemi, hampir seluruh kabupaten/kota secara rutin memfasilitasi UMKM mereka untuk tampil di pameran nasional tersebut.

Namun setelah pandemi, jumlahnya terus menurun.

“Sebenarnya ini merupakan fasilitas dari dinas-dinas kabupaten/kota untuk memfasilitasi para UKM-nya untuk bisa keluar kandang. Ini pameran yang besar di Indonesia. Jadi sebenarnya ini peluang besar bagi para dinas-dinas Kabupaten/Kota untuk mengajak para UKM-nya ke Jakarta,” ujarnya.

 

Dharma Siadja menegaskan bahwa pameran berskala nasional seperti INACRAFT adalah ruang penting bagi pelaku UMKM Bali untuk memamerkan produk serta memperluas pasar.

“Kalau kita mempunyai barang bagus, kita tidak mungkin dong mendiamkan di dalam kamar. Kita harus pamerkan agar semua banyak orang tahu,” katanya.

Ia berharap pemerintah provinsi dan kabupaten/kota kembali aktif mendukung para pengrajin, termasuk melalui Dekranasda yang selama ini menjadi pendorong utama partisipasi UMKM Bali di Inacraft.

“Sekarang ini sejak pandemi itu ini sangat berkurang sekali. Kita akan segera melakukan koordinasi dengan Dekranasda Bali dan juga Dekranasda Kabupaten/Kota yang potensial,” ujarnya.(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #pameran #Inacraft #umkm