Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pengakuan Arif, Sopir Hiace dalam Kecelakaan yang Tewaskan 5 Wisatawan di Buleleng

I Made Mertawan • Selasa, 18 November 2025 | 15:44 WIB

 

Pemeriksaan kendaraan yang ditumpangi oleh wisatawan Tiongkok ketika terjadi kecelakaan maut di Desa Padangbulia.
Pemeriksaan kendaraan yang ditumpangi oleh wisatawan Tiongkok ketika terjadi kecelakaan maut di Desa Padangbulia.

BALIEXPRESS.ID- Satlantas Polres Buleleng masih melakukan penyelidikan kasus kecelakaan tunggal yang menewaskan lima wisatawan asal Tiongkok di jalur Singaraja–Denpasar, wilayah Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.

Pihak kepolsian bergerak menyisir setiap potongan informasi yang bisa mengungkap yang sebenarnya terjadi. 

Sejak kejadian pada Jumat (14/11/2025), Sat Lantas telah memanggil sejumlah saksi, menelusuri rekaman CCTV di sepanjang rute yang dilalui rombongan, hingga menggelar kembali olah TKP bersama tim teknis dari Polda Bali.

Langkah ini ditempuh karena benturan yang dialami mobil travel Toyota Hiace bernopol N 7605 TA begitu fatal, membuat lima penumpangnya tak terselamatkan dan delapan lainnya luka-luka.

Kasat Lantas Polres Buleleng, AKP Bachtiar Arifin, menjelaskan bahwa penyidik harus menelusuri banyak aspek—mulai kondisi kendaraan, rute perjalanan, hingga kelayakan operasional perusahaan travel yang mengangkut wisatawan tersebut.

Pemeriksaan terhadap pihak travel menjadi sorotan karena status legalitas kendaraan masih perlu diuji.

Dinas Perhubungan sebelumnya memastikan kendaraan itu laik jalan, namun kepolisian tetap menunggu analisis teknis dari Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM) untuk memastikan tidak ada masalah mekanis yang luput dari pemeriksaan awal.

Sementara itu, pengemudi Hiace, Arif Al Akbar, 40, masih dimintai keterangan intensif.

Kepada polisi, Arif mengaku mengenal medan jalan Singaraja–Denpasar dan menolak anggapan bahwa dirinya mengantuk saat mengemudi.  

“Kalau ngantuk sih dia mengaku nggak. Dia mengaku sebulan sekali atau seminggu sekali pasti lewat Jalan Raya Singaraja-Denpasar kalau memang lagi high season," kata Bachtiar. Senin (17/11/2025).

Pengemudi masih diamankan di Satlantas Polres Buleleng. Penetapan status hukumnya akan diputuskan setelah seluruh rangkaian penyelidikan rampung dan gelar perkara dilakukan.

Untuk mendapatkan gambaran teknis yang presisi, polisi menggunakan metode traffic analysis accident, termasuk simulasi ulang arah laju kendaraan.

Hasil pemeriksaan ini nantinya akan menentukan apakah ada kelalaian manusia, persoalan teknis kendaraan, atau faktor lain yang memicu kecelakaan.

Diketahui, mobil Hiace terguling di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada, Buleleng.

Mobil yang ditumpangi 13 WNA Tiongkok itu diduga mengalami rem blong. Akibatnya, 5 WNA Tiongkok meninggal dunia dan 8 lainnya luka-luka. 

Kelima jenazah WNA Tiongkok itu hingga kini masih dititipkan di ruang jenazah RSUD Buleleng. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#kecelakaan #tiongkok #buleleng