SINGARAJA, BALI EXPRESS - Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Desa Gitgit pada Kamis (20/11) menyebabkan tanah longsor. Material longsor sempat menutup sebagian badan jalan. Petugas bersama warga bergerak cepat membersihkan material longsor hingga akses kembali normal.
Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh Gede Budiana, 35 sekitar pukul 14.22 Wita. Saat melintas, ia melihat tanah bercampur batu dan satu batang pohon aren terseret longsor hingga menutup sebagian jalur. Menyadari potensi bahaya dan terganggunya akses warga, Budiana segera menghubungi pemilik lahan, Nyoman Sandiarta, 55, untuk melaporkan kondisi tersebut.
Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz, membenarkan insiden longsor tersebut. Ia menjelaskan bahwa curah hujan yang tinggi sejak pagi, ditambah terpaan angin kencang, menyebabkan struktur senderan tidak mampu menahan tekanan air.
“Material tanah dari senderan milik warga jebol dan menutup selokan serta sebagian badan jalan. Personel Polsek Sukasada bersama warga bergerak cepat melakukan pembersihan agar lalu lintas kembali lancar,” jelasnya.
Baca Juga: Dipukul dan Dijambak, Oknum Pasutri di Suwug Dipolisikan
Begitu menerima laporan, personel Polsek Sukasada yang dipimpin Pawas IPDA Kayan Swastana langsung menuju lokasi bersama sejumlah warga. Mereka melakukan penanganan darurat dengan memotong pohon aren yang tumbang serta membersihkan tanah yang menimbun jalan. Proses pembersihan dilakukan secara manual menggunakan alat sederhana sambil tetap mengatur lalu lintas agar kendaraan bisa melintas dengan aman.
IPTU Diaz menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. “Syukurlah tidak ada korban. Petugas langsung mengamankan TKP, meminta keterangan pemilik lahan, mengatur arus lalu lintas,” ungkapnya.
Upaya penanganan berjalan cukup cepat meski medan licin dan kondisi hujan masih berlangsung. Sekitar pukul 16.50 Wita, seluruh material tanah dan batang pohon berhasil disingkirkan. Lalu lintas kembali normal dan situasi dinyatakan aman. ***
Editor : Dian Suryantini