BALIEXPRESS.ID— Primakara University kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan akademik berkelas global. I Made Dwi Hita Darmawan, S.Ak., M.Sc., dosen Program Studi Sistem Informasi Akuntansi, menjadi satu-satunya panelis dari Indonesia yang tampil pada MMIRA Asia Regional Conference 2025 yang berlangsung 7–9 November 2025 di St. Luke’s International University, Tokyo, Jepang.
Baca Juga: Penyintas Banjir Denpasar Terima Bantuan Kompor Gas, Ringankan Beban Pascabencana
Konferensi yang menghimpun 130 peserta dari 12 negara dan wilayah ini menghadirkan sejumlah pakar riset internasional, termasuk tokoh metodologi dunia John W. Creswell sebagai keynote speaker.
Pada forum bergengsi ini, Dwi Hita mempresentasikan riset sekaligus berdialog aktif dengan akademisi global dari China, Korea, Thailand, Singapura, Filipina, Inggris, Estonia, Jerman, Brasil, Amerika Serikat, dan Jepang.
Baca Juga: 5UARA Perkenalkan Lagu “Timpal Rasa Nyama”, Angkat Nilai Persahabatan Tanpa Bullying
Dalam keterangannya, Rektor Primakara University menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian ini. “Prestasi dosen kami di kancah internasional menjadi bukti nyata bahwa ekosistem akademik Primakara mendukung inovasi, keberanian berkarya, dan penguatan kolaborasi global. Kami mendorong setiap sivitas untuk membawa semangat ‘Global Vision, Local Impact’,” ujarnya.
Sebagai perwakilan Indonesia, I Made Dwi Hita Darmawan mengaku pengalaman tersebut sangat berkesan dan membuka peluang kerja sama riset ke depan.
“Bertemu para ahli dari berbagai negara dan berdiskusi dalam satu forum membuat saya semakin yakin bahwa kontribusi akademik dari Indonesia, khususnya Bali, memiliki tempat penting di tingkat internasional,” ungkapnya.
Baca Juga: Erupsi Semeru Tak Pengaruhi Pariwisata Bali, Aktivitas Tetap Normal Jelang High Season
Kehadiran dosen Primakara University dalam forum internasional ini menegaskan peran kampus sebagai institusi yang mendorong inovasi, kolaborasi, dan keberanian untuk tampil di percaturan global. Primakara terus memperkuat komitmen dalam melahirkan insan akademik yang mampu membawa dampak, baik di tingkat lokal maupun internasional.
Editor : Wiwin Meliana