BALIEXPRESS.ID– Pasar Singamandawa di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, dilanda banjir yang menggenangi lantai I dan II.
Sekitar 50 pedagang terdampak akibat luapan air dari area parkir lantai III.
Peristiwa banjir ini disebut pengelola sebagai kejadian yang baru pertama kali terjadi.
Kepala Pasar Singamandawa, Jero Putu Mariasa, mengatakan banjir terjadi karena saluran air di lantai III tersumbat.
Saluran air dipenuhi tanah dan sampah plastik selama musim kemarau sehingga tidak berfungsi optimal saat hujan turun.
Genangan air sempat mengganggu aktivitas pedagang sebelum akhirnya kembali normal.
“Selama musim panas ada debu, sampah plastik, jadinya mampet,” kata Jero Mariasa.
Mariasa menyebut grill penutup saluran air sulit dibuka karena bautnya telah berkarat.
Ketika hujan deras mengguyur pada Selasa (18/11/2025) dan keesokan harinya, air yang tertahan di lantai III meluap.
Luapan air kemudian mengalir melalui tangga hingga mencapai lantai II dan I.
Sekitar 50 pedagang yang berjualan di area tangga menjadi pihak paling terdampak.
Pengelola pasar bersama para pedagang baru bisa melakukan gotong royong untuk menguras air banjir pada Jumat (21/11/2025).
“Sekarang kondisi kondisi pasar kembali normal,” jelas Jero Mariasa.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli, Nasrudin, membenarkan banjir disebabkan saluran yang tersumbat tanah dan sampah.
Kondisi tersebut diperparah oleh intensitas hujan tinggi selama dua hari berturut-turut.
Ia memastikan pembersihan dilakukan menyeluruh hingga ke bagian saluran air.
“Di area grill lubang air mengalir juga sudah dibersihkan,” jelas Nasrudin.
Nasrudin mengatakan pihaknya akan mengoptimalkan kembali fungsi pengelola pasar untuk mencegah kejadian serupa. (*)
Editor : I Made Mertawan