Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ngeri! Kecelakaan Maut di Tanjakan Jembrana, Kernet Tidur Terlindas Fuso Ngatrek

I Gde Riantory Warmadewa • Minggu, 23 November 2025 | 13:20 WIB

 

Petugas kepolisian saat melaksanakan olah TKP kecelakaan yang terjadi di Jalan Utama Denpasar–Gilimanuk KM 78–79, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Sabtu (22/11/2025).
Petugas kepolisian saat melaksanakan olah TKP kecelakaan yang terjadi di Jalan Utama Denpasar–Gilimanuk KM 78–79, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Sabtu (22/11/2025).

BALIEXPRESS.ID- Kecelakaan maut terjadi Sabtu (22/11/2025) dini hari di KM 78–79 jalur Denpasar–Gilimanuk, wilayah Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Jembrana.

Seorang kernet truk, Riko Aditya,33 asal Jepara, Jawa Tengah (Jateng), tewas di lokasi kejadian.

Kasat Lantas Polres Jembrana, Iptu Aldri Setiawan, membenarkan insiden yang terjadi sekitar pukul 02.00 Wita. Laporan kecelakaan diterima kepolisian pada pukul 07.30 Wita.

Riko terlindas truk Mitsubishi Fuso yang ngatrek (berjalan mundur) saat melewati tanjakan.

Truk Fuso bernopol DK 8016 GV dikemudikan Hendrik Prayetno,33, asal Banyuwangi, Jawa Timur.

Truk itu melaju dari arah Gilimanuk menuju Denpasar. Tiba di lokasi, tidak kuat menanjak dan melorot mundur ke arah kiri hingga keluar badan jalan.

“Gerakan mundur itu membuat truk menabrak truk Hino nopol B 9155 SYN yang sedang parkir di bahu kiri jalan, padahal lokasi tersebut terdapat rambu larangan parkir,” ungkap Aldri.

Benturan kuat mendorong truk Hino yang dikemudikan Danuk Aji Wiyono,38, asal Semarang ke belakang kanan hingga masuk area persawahan.

Saat kejadian, Danuk tengah beristirahat di kabin, sementara sang kernet, Riko Aditya, tertidur di dekat roda kiri depan truk.

Ketika truk Fuso terus melorot mundur, Riko tidak sempat menyelamatkan diri dan terlindas roda kiri belakang.

Riko mengalami luka parah pada bagian dada hingga pinggul dan dinyatakan meninggal dunia di tempat.

Pihak kepolisian menaksir kerugian materiil akibat kecelakaan tersebut mencapai Rp15,5 juta.

“Kasus masih kami tangani dan kami mengimbau seluruh pengemudi untuk memastikan kelayakan kendaraan serta memperhatikan jalur rawan, terutama pada tanjakan,” tegas Aldri. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#kecelakaan #kernet truk #jembrana